SRAGEN—Kader PDIP Sragen mengaku resah dengan proses pergantian pengurus DPC yang hingga kini belum ada kejelasannya. Pascapelaksanaan konferensi cabang (Konfercab) yang berakhir deadlock beberapa waktu lalu, para kader partai berlambang banteng moncong putih itu terombang-ambing dalam ketidakpastian.
Bahkan, beberapa kader merasa gerah dengan adanya opini yang sengaja dihembuskan bahwa Bambang Samekto telah menjadi pemenang untuk memimpin PDIP Sragen. ”Isu kemenangan Bambang Samekto itu sengaja diembuskan kepada kader-kader di tingkat bawah. Mulai dari short message service (SMS), Facebook, sampai acara hajatan kubu Bambang Samekto mengaku telah menang. Padahal itu salah besar karena sampai saat ini DPP PDIP belum bersikap,” ujar Koordinator 14 PAC PDIP Sragen, Kentut Budi Prasetyo, kepada wartawan, Selasa (23/3).
Kentut mengatakan isu terkait pelaksanaan konfercab itu telah mengarah pada pembunuhan karakter seseorang dan upaya memecah belah internal partai. Pihak yang paling dirugikan dengan berkembangnya isu tersebut adalah kandidat kuat Ketua DPC PDIP Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati.
”Kami katakan Mbak Yuni merupakan kandidat kuat karena hasil konfercab 21 Februari lalu, dari 15 PAC yang dinyatakan sah, sembilan di antaranya telah mendukung Mbak Yuni dan 6 PAC lainnya mendukung Bambang Samekto,” jelasnya.
Namun dengan berkembangnya isu yang telah menggiring opini publik tersebut, seolah-olah kubu Bambang Samekto telah menjadi pemenang. Padahal pemenang masih harus menunggu keputusan dari DPP yang menurut Kentut harus dilakukan Konercab lanjutan di tingkat DPP.
Upaya pembunuhan karakter lainnya, lanjut Kentut, adalah saat menjelang digelarnya Konferda PDIP di Semarang 8 Maret lalu. Saat itu Bambang Samekto mengundang Yuni untuk hadir dalam konferda dan sudah diplot sebagai sekretaris DPC PDIP Sragen.
Hal senada juga diungkapkan Ketua PAC Sukodono, Eko Muji Suharto. Dia mendesak DPP PDIP untuk segera menggelar konfercab lanjutan. Desakan digelarnya konfercab lanjutan itu agar suasana di Sragen tetap kondusif. Pihaknya bersama 14 PAC lainnya telah mengirimkan surat desakan itu kepada jajaran DPP partai. ”Kami meminta DPP PDIP segera menggelar konfercab lanjutan. Hal ini untuk menjaga kondusivitas dan netralitas,” ujarnya.
Sementara kubu Bambang Samekto melalui juru bicaranya, Laksana AR enggan berkomentar terkait permasalahan tersebut. Yang jelas, kewenangan mengenai Konfercab Sragen saat ini di tangan DPP PDIP. ”Kami tidak akan menanggapi langkah yang dilakukan kubu Yuni. Kami menunggu keputusan dari DPP apa pun itu,” ujarnya. (yok)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




