Bagi orang yang belum pernah mengenal Wahyuanto alias Gondrong sebelumnya, pasti tidak menyangka bahwa ia seorang pengusaha sukses Meskipun sudah pantas mendapat julukan seorang jutawan namun tidak ada kesan jumawa sedikit pun yang tampak pada dirinya. Selama wawancara bersama Joglosemar pun ia terkesan enggan mengumbar kesuksesannya.
Ketika kawan-kawan sesama pedagang burung menyebut-nyebutnya sebagai seorang miliader, ia pun hanya tersenyum simpul. Tak keluar sepatah kata pun yang mengiyakan ataupun menyangkal kata-kata kawannya itu.
Rupanya sifat rendah hati sudah menjadi karakter kuat yang tertanam dalam diri Gondrong. Bukan hanya rendah hati, pria yang sebenarnya sudah tidak berambut gonrong ini juga terkenal akan sifat jujurnya.
Kedua sifat inilah yang mampu mengantar Gondrong kepada kesuksesannya. Gondrong selalu berusaha jujur pada para pelanggannya. Tak pernah ia mengelabui seorang pembeli demi sebuah keuntungan.
“Buat saya prinsip dalam berusaha adalah harus jujur. Katakanlah yang sebenar-benarnya pada pembeli. Kalau burungnya jantan ya bilang jantan, tapi kalau betina ya bilang betina,” ujarnya.
Karena kejujurannya inilah, Gondrong tak susah memperoleh pelanggan setia. Seorang pembeli tentu saja akan memilih penjual yang bisa dipercaya, sekalipun mungkin memeberikan harga yang sedikit lebih mahal.
Selain jujur, kesabaran dan ketelatenan juga menjadi kunci sukses Gondrong. “Kunci usaha itu cuma sabar, telaten dan jujur. Asalkan punya ini semua pasti usahanya bisa lancar,” pungkas Gondrong. (Rachmadhani Fitriastuti)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







