SOLO—Sejumlah lembaga perbankan mengaku prospek Kredit Pemilikan Rumah (KPR) akan lebih baik dari pada tahun 2009 lalu. Pertumbuhannya pun diprediksi mencapai 20 persen.
Hal ini seperti disampaikan Assistant Area Sales Manager PT Bank Negara Indonesia (BNI) Divisi Kredit Konsumen Regional Sales Jateng-DIY Winu Sumarsono. Pada tahun 2010 ini BNI menargetkan mampu menyalurkan KPR hingga Rp 18 miliar setiap bulannya. Angka ini meningkat 20 persen dibanding tahun 2009 lalu, yang rata-rata hanya Rp 15 miliar per bulan.
Menurut Winu ada sejumlah faktor yang menunjang penyaluran KPR pada tahun ini. Yang pertama adalah suku bunga yang memiliki kecenderungan terus mengalami penurunan. “Selain harga rumah, yang menjadi pertimbangan utama seseorang sebelum membeli rumah adalah mengenai besaran bunga kredit. Kalau bunganya rendah mereka pasti tertarik untuk ambil kredit,” tuturnya kepada Joglosemar, beberapa waktu lalu.
Ditambahkan pula, kemudahan-kemudahan dalam pengajuan dan memperoleh kredit perumahaan juga akan mendongkrak penyaluran KPR tahun ini.
Senada, Kepala Cabang PT Bank Tabungan Negara (BTN) Syariah Solo, Rochmah, juga menargetkan penyaluran KPR pada tahun ini bisa tumbuh sebesar 20 persen. Menurutnya kondisi perekonomian yang semakin membaik cukup menjadi faktor penunjang. “Kalau kondisi ekonomi yang lebih baik otomatis daya beli masyarakatnya juga semakin membaik yang tentu saja juga berpengaruh pada sektor perumahan,” terangnya.
Namun demikian, baik Winu maupun Rochmah menuturkan kredit perumahan baru akan mengalami peningkatan drastis mulai pertengahan tahun atau pada semester kedua. “Kalau awal tahun seperti ini kecenderungannya masyarakat masih wait and see. Melihat-lihat dulu perkembangan harga dan suku bunga pinjamannya. Mulai pertengahan tahun biasanya baru akan ramai,” tutur Winu. (nie)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




