JAKARTA—Nunun Nurbaetie akhirnya digiring lagi ke Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Setelah tim dokter RS Polri tegas-tegas menyatakan kondisi Nunun baik, tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengangkut perempuan itu ke tempat penahanannya, Senin (19/12).
Sekitar pukul 17.50 WIB, Nunun meninggalkan RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Mengenakan kacamata hitam, kerudung hitam dan baju batik cokelat, tersangka kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI) tahun 2004 silam itu dipapah oleh dua wanita berkerudung dan dikitari petugas Brimob bersenjata lengkap.
Kasus cek pelawat yang melibatkan Nunun Nurbaetie itu merupakan salah satu target bidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bahkan, Ketua KPK yang baru, Abraham Samad menegaskan, Nunun hanyalah pintu masuk untuk mengungkap aktor intelektual di belakangnya. ”Nunun itu hanya pintu masuk. Kita ungkap aktor di belakangnya,” ujar Abraham kepada wartawan usai acara pisah sambut di kantor KPK, Senin (19/12).
Bahkan dalam sambutan pisah sambut pimpinan KPK, Abraham Samad langsung membuat terapi menggebrak ketika pertama kali ngantor di gedung KPK. Abraham memekikkan: Hidup KPK, Gantung Koruptor!
”Hidup KPK, gantung koruptor!” seru Abraham yang disambut riuh tepuk tangan para karyawan yang berkumpul di lapangan parkir KPK, Senin (19/12) sore.
Dalam kesempatan itu, Abraham juga menyatakan jajaran pimpinan baru KPK tidak memiliki kontrak politik dengan DPR. Sehingga pertanggungjawaban KPK ke masyarakat, dan bukan ke DPR.
”Saya bersama teman-teman meyakinkan publik seperti yang disampaikan kepada DPR, bukan kontrak politik tapi kontrak sosial. Kami memberantas korupsi tanpa pandang bulu. Kita akan babat sampai ke akar-akarnya. Gantung koruptor!” teriak Abraham bersemangat disambut tepuk tangan meriah.
Abraham menegaskan, pihaknya tidak gentar untuk menindak pihak-pihak yang melindungi Nunun. Menurutnya, siapa pun yang terlibat bersama istri mantan Wakapolri, Adang Daradjatun itu akan tetap diusut. ”Tidak ada urusan kita dengan pelindung itu. Yang paling hebat di dunia ini adalah Allah SWT. Jadi kita nggak peduli sama yang namanya manusia,” tegasnya.
Nunun sendiri ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap kepada anggota Komisi Keuangan DPR periode 1999-2004 sejak Februari 2011 lalu. Pemilik PT Wahana Esa Sembada itu diduga sebagai pihak yang mendistribusikan cek perjalanan kepada para anggota DPR lewat eks bawahannya, Arie Malangjudo. Pemberian cek sebagai imbalan agar Miranda Swaray Goeltom dimenangkan sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada tahun 2004.
Setelah sempat buron, Nunun yang diklaim sakit lupa akut akhirnya tertangkap di sebuah rumah di kawasan Saphan Sun, Bangkok, Thailand Rabu (7/12) pekan lalu. Selama menjadi buronan, Nunun diduga mendapatkan perlindungan dari pihak-pihak yang memiliki jaringan bisnis dengannya.
Detik
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




