Minggu, 12/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Konglomerat Asal Indonesia Menyusup ke AS

Rabu, 06/01/2010 11:00 WIB - dtc

WASHINGTON—Konglomerat Indonesia, James Riady, diam-diam telah berhasil masuk kembali ke Amerika Serikat (AS). Padahal dia telah dilarang masuk ke AS setelah mengaku bersalah pada tahun 2001 atas konspirasi menipu AS melalui kontribusi ilegal untuk kampanye mantan Presiden AS Bill Clinton dan figur Demokrat lainnya.
Namun tahun 2009 lalu, James berhasil menginjakkan kakinya di Arkansas, AS. Itu merupakan satu dari dua kunjungannya ke AS tahun 2009 yang luput dari pemberitaan.
Kedatangan kembali James ke AS menimbulkan pertanyaan tajam bagi Departemen Luar Negeri AS di bawah komando Hillary Clinton. Bagaimana dan kenapa miliuner asing yang terkena skandal era Clinton bisa mendapatkan visa AS? Padahal selama pemerintahan mantan Presiden AS George W Bush, dia tak bisa masuk ke AS.
Kasus yang menjerat James terjadi pada akhir tahun 1990-an. Saat itu James terlibat dalam skandal penggalangan dana kampanye yang menimbulkan kehebohan politik di Washington. Sebab, Partai Republik menuding adanya campur tangan dinas intelijen China dalam politik Amerika.
Kasus itu menyebabkan James dan perusahaan milik keluarganya, Lippo Group, dikenai denda 8,6 juta dolar AS. Penalti terbesar dalam sejarah pelanggaran pendanaan kampanye di AS.
Menurut James, seperti dilansir Washington Post, Selasa (5/1), dirinya tidak berjumpa dengan keluarga Clinton selama perjalanannya ke AS tahun 2009 tersebut. Namun diakuinya, dia membayar 20.000 dolar AS untuk menjadi anggota Clinton Global Initiative, pertemuan tahunan figur-figur terkemuka di bidang politik, bisnis dan kegiatan amal yang disponsori Bill Clinton.
Seorang pejabat Deplu AS menuturkan, Hillary tidak tahu soal keputusan untuk mengizinkan James masuk ke AS. Menurutnya, visa James dikeluarkan Kedubes AS di Jakarta setelah pria 52 tahun itu meminta izin untuk pergi ke AS guna menghadiri seremoni wisuda putra dan putrinya. Ditambahkan pejabat tersebut, James diizinkan masuk ke AS untuk tujuan yang sangat sempit.
James pertama kali bertemu Bill Clinton tahun 1978 ketika dia tinggal selama empat bulan di Little Rock, di mana Lippo membeli bank lokal. Saat kembali ke AS pada tahun 1984, James tinggal di Arkansas selama dua tahun sebelum pindah ke California dan sering melakukan kontak dengan Gubernur Arkansas saat itu, Bill Clinton. (dtc)
 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :