KLATEN—Pemkab Klaten meminta tambahan pasokan elpiji sebanyak 2.700 tabung ukuran tiga kilogram kepada PT Pertamina. Selain untuk menekan kelangkaan, permintaan itu juga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga yang semakin meningkat, khususnya pada bulan puasa.
Kasubbag Perindagkop dan UMKM Bagian Perekonomian Setda Klaten, Sri Hadi mengatakan, permintaan itu sudah dilayangkan ke PT Pertamina melalui surat dari Bupati Klaten. Pemkab menghitung, jumlah penambahan itu sesuai dengan asumsi lonjakan permintaan elpiji di Klaten selama puasa hingga menjelang lebaran.
”Selalu ada peningkatan kebutuhan elpiji selama puasa. Setelah kami hitung, permintaan penambahannya menjadi 20 persen atau sekitar 2.700 tabung,”ujar dia kepada wartawan di kantornya, Rabu (11/8).
Sri Hadi menambahkan, pasokan tambahan itu sudah diberlakukan setiap harinya mulai awal puasa hingga menjelang lebaran. Bahkan, Pemkab berencana meminta PT Pertamina agar lebih banyak menambah pasokan elpiji itu sepekan menjelang hari Idul Fitri. Perlu diketahui, distribusi elpiji di Klaten terpangkas dengan adanya rayonisasi. Jika sebelumnya sekitar 15.000 tabung bebas beredar setiap hari, dengan aturan tersebut tidak lebih dari 13.472 tabung hanya diperbolehkan masuk ke kabupaten ini .
Lebih lanjut Sri Hadi mengatakan, penambahan tabung tersebut merata kepada masing-masing agen distributor di Klaten. Setiap agen akan menerima tambahan tabung 20 persen dari jumlah perputaran tabung di tempat usahanya. “Ada 10 agen, masing-masing ditambah 20 persen dari kuotanya,” lanjut dia.
Terpisah, Kepala Bagian Perekonomian Sri Sumanta mengatakan, langkah itu dilakukan agar tidak terjadi kepanikan pasar ketika angka kebutuhan konsumsi masyarakat selama puasa semakin naik. (lim)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







