KLATEN (Joglosemar): Formasi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Klaten diumumkan Senin (26/10) kemarin. Proses penerimaan CPNS Kabupaten Klaten akan dilakukan secara mandiri dengan dana lebih dari Rp 1 miliar.
Dengan proses penerimaan CPNS di Kabupaten Klaten secara mandiri, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Klaten menyertakan beberapa persyaratan yang berbeda dengan daerah-daerah yang lain.
Jika beberapa daerah menyertakan persyaratan TOEFL, BKD Klaten tidak menyertakan persyaratan tersebut. Tetapi justru meminta pelamar menyertakan sertifikat keahlian komputer yang meliputi program excel dan word.
“Penerimaan CPNS secara mandiri ini kita gelar sesuai surat dari Menpan (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara-red). Namun kebijaksanaannya diserahkan kepada masing-masing daerah. Penyertaan syarat yang berbeda itu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah,” ungkap Kepala BKD Klaten sekaligus Sekretaris Panitia Penerimaan CPNS, Purwanto AC, Senin (26/10).
Purwanto memastikan dalam penerimaan CPNS tersebut akan bebas dari praktik titipan. Sementara itu mengenai kemungkinan bakal maraknya calo, Purwanto mengatakan hal tersebut tidak dapat dihindarkan. Adanya calo itu pasti terjadi, baik di tingkat daerah ataupun pusat.
“Pemkab akan mendirikan posko aduan. Jika ada yang mengetahui keberadaan calo bisa diadukan ke Posko tersebut,” ungkapnya.
Jasa Pos
Ia juga menegaskan, dalam CPNS tersebut tidak akan ada prioritas untuk putra daerah. Semua akan diperlakukan sama. Pelaksanaan penerimaan CPNS itu akan digelar Pemkab bekerja sama dengan Kantor Pos setempat.
Pasalnya, penerimaan lamaran CPNS akan dilakukan dengan menggunakan jasa pos, dan tidak menggunakan pendaftaran online. Purwanto mengatakan, Kantor Pos mengadakan PO BOX sendiri untuk menerima lamaran pegawai.
Secara keseluruhan, formasi yang dibuka meliputi 162 tenaga pendidikan, 76 tenaga kesehatan dan 180 tenaga teknis lainnya. Tenaga teknis terbesar adalah tenga pranata komputer sebanyak 51 formasi.
Purwanto mengatakan bahwa jumlah formasi tersebut cukup minim bila dibandingkan dengan kebutuhan CPNS di Klaten. Ia mencontohkan, kebutuhan guru di Klaten saat ini mencapai 1.500 formasi, namun hanya di setujui 162.
Sementara itu anggota Komisi I DPRD Klaten, Gigih Sugito mengatakan akan memanggil BKD terkait pelaksanaan CPNS 2009 ini, Jumat (30/10) mendatang. “Kami akan meminta kejelasan mengenai pelaksanaan penerimaan CPNS nanti,” ungkap Gigih.
Gigih mengatakan, dalam formasi tersebut ditemukan formasi untuk Sarjana Kesejahteraan Sosial yang ditempatkan di bagian pekerjaan sosial sebanyak tiga formasi. “Saya belum tahu apakah Sarjana Kesejahteraan Sosial itu ada, dalam koordinasi tersebut,” tambahnya. (xna)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




