Rabu, 23/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Klaim Jamkesmas Seret PMI Terus-Menerus Nombok

Jumat, 30/10/2009 15:26 WIB - end

KARANGANYAR (Joglosemar): Lantaran subsidi biaya darah dari Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) minim dan di bawah biaya pengolahan darah, PMI Cabang Karanganyar terus mengalami kerugian. Kondisi tersebut lebih diperparah dengan keterlambatan biaya pembayaran klaim oleh pemerintah yang mencapai tempo bulanan.
Para peserta Jamkesmas memang tidak boleh dipungut biaya tambahan sebagaimana peserta Askes yang harus nombok bila biaya klaimnya lebih rendah. Sebab itu, PMI tidak bisa meminta mereka mengganti kekurangan biaya darah di luar biaya yang disubsidi pemerintah.
“Biaya pengolahan darah Rp 250.000 per kantong, sementara yang dijamin Jamkesmas hanya Rp 120.000 per kantong,” terang Wakil Ketua Unit Transfusi Darah (UTD) Cabang Karanganyar, dr Yaqub Iskandar, Rabu (28/10) kemarin.
Dia menjelaskan, kekurangan Rp 130.000 tersebut akhirnya harus ditomboki sendiri oleh PMI. Kalau kondisi seperti itu terus terjadi, jelasnya, PMI memang bisa merugi. Namun begitu, pelayanan kepada peserta Jamkesmas tetap dilakukan secara baik, tidak lantas dibeda-bedakan.
“Meski kita nombok, tidak ada anak tiri dalam pelayanan. Kalau butuh dan kami ada, ya tetap kami berikan,” terangnya.

Dinaikkan
Dari hasil pertemuan PMI di Boyolali beberapa waktu lalu, ada rencana Jamkesmas menaikkan biaya klaim untuk darah dari Rp 120.000 menjadi Rp 170.000. “Kalau dinaikkan jelas akan membantu, karena kita menyubsidi tidak banyak lagi,” ujarnya.
Pihaknya berharap, pembayaran Jamkesmas bisa dilakukan dengan lebih cepat dan tidak sering terlambat. Dengan begitu, meski PMI memberi subsidi, dana yang masuk tetap lancar dan bisa digunakan untuk kebutuhan lain.
Dalam setiap bulannya, PMI Cabang Karanganyar bisa menghasilkan darah sekitar 400-600 kantong. Selain disediakan untuk Karanganyar, darah-darah itu juga diperbantukan untuk beberapa daerah lain yang memang membutuhkan, seperti untuk Kabupaten Sukoharjo. (end)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :