Senin, 13/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Kita Belum Siap Prasetyo Atmosutidjo Ketua Umum Komunitas UMKM DIY

Selasa, 26/01/2010 11:00 WIB -

Pemberlakuan ASEAN-China Free Trade Agreement (AC-FTA) di Indonesia mengguncang semua pihak, terutama kalangan industri dan usaha mikro, kecil dan menengah  yang ada, termasuk  di DIY. Lalu, langkah apa saja yang telah disiapkan UMKM? Berikut adalah petikan penjelasan dari Ketua Umum Komunitas UMKM DIY, Prasetyo Atmosutidjo kepada reporter  Joglosemar, Kiki Dian Sunarwati.

Terkait diberlakukanya AC-FTA, ini bagaimana dampak yang dialami oleh UMKM di Yogyakarta?
Sebenarnya kita itu belum siap. Ibaratnya saat ini kita harus berhadapan dengan  memakai bambu runcing. Semestinya pula sebelum diberlakukan kebijakan tersebut, pemerintah harus melihat apakah kita siap untuk keep fighting atau belum. Perjalanan kita selama ini tampaknya tak menjadi hal yang penting dan diperhitungkan. Kan harusnya semua ini dipersiapkan dengan benar.
Lalu apa yang diharapkan oleh UMKM sendiri terkait dengan telah diberlakukannya kebijakan tersebut?
Saat ini, bagaimanapun , kita harus percaya diri dengan segala yang kita miliki. Kita punya 240 juta penduduk dan sumber daya alam yang kaya, didukung sumber daya sosial yang baik, dan negara juga sudah demokrasi. Jangan mau ditekan oleh negara lain. Kita harus percaya diri, karena bagaimanapun mereka membutuhkan kita. Untuk itu para pejabat-pejabat harus bisa melakukan perundingan secara bilateral dan multilateral dengan baik.
Secara konkret, langkah apa yang bisa dilakukan?
Keluar kita harus melindungi pasar dalam negeri, dan ke dalam kita memperkuat perjalanan UMKM, karena perjalanan UMKM kita belum sebaik mereka. Kalau kita berhadapan dengan Eropa, Amerika, Jepang mereka bukan kompetitor UMKM kita karena teknologi mereka sudah tinggi dan canggih. Kalau dari China adalah produk dari UMKM juga, ada batik, tekstil, jamu. Nah ini kan repot. Jadi pertaruhan buat UMKM kita, apalagi sesungguhnya UMKM yang ada di Indonesia ini lebih dari 98 persen. Di DIY saja ada 99,9 persen UMKM berdasarkan sensus BPS 2006 dengan merangkum tenaga kerja mencapai 900.000 orang lebih.
Produk apa yang sangat terkena dampak AC-FTA di Yogyakarta?
Batik sangat terkena imbasnya, karena DIY pusatnya batik. Ironisnya produk China beredar di Yogyakarta ternyata ditulisi Made in Indonesia. Kita sarankan ke tingkat nasional lebih baik kebijakan tersebut dibatalkan. Tapi untuk sementara ini, kita minta jangan dulu ini dijalankan. Berhenti dulu, evaluasi dulu kebijakan tersebut, bagaimana kondisi dan posisi produk-produk dan perusahaan UMKM kita.
Sebagai contoh  bidang permodalan, untuk pinjam modal saja, bunga dari bank sangat tinggi, akses sulit. Mengingat strategisnya UMKM dari penyerapan tenaga kerja dan keberadaan UMKM yang juga memperkokoh perekonomian daerah, maka UMKM ini harus diperhatikan , didukung dari semua sektor baik permodalan, perizinan yang dimudahkan, pengembangan teknologi yang baik, permudah masalah agunan dan lainnya, ini bisa dilaksanakan oleh pemerintah dengan pemberian fasilitasi permodalan dengan bunga yang rendah dan kebijakan-kebijakan lain yang berpihak pada UMKM. (***)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :