Rabu, 23/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Keuangan Syariah RI Peringkat Ke-4 Dunia

Kamis, 13/10/2011 21:53 WIB - Detik | Okezone

JAKARTA—Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, industri keuangan syariah Indonesia kini masuk peringkat ke-4 dunia. Padahal, tahun-tahun sebelumnya industri keuangan syariah Indonesia tidak pernah masuk lima besar.
“Alhamdulillah tahun ini kita berada di level keempat yang selama ini kita tidak pernah masuk lima besar dunia,” ungkap Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI, Mulya Siregar di Jakarta, Kamis (13/10).
Menurut Mulya, industri keuangan syariah Indonesia menduduki peringkat keempat dunia setelah Negara Iran, Malaysia dan Arab Saudi. Posisi Indonesia berada di atas negara-negara yang selama ini dikenal terkemuka dalam industri keuangan syariah seperti Uni Emirat Arab, Kuwait, Pakistan dan Bahrain.
Peringkat keempat tersebut berdasarkan hasil survei dari Islamic Finance Country Index dari Global Islamic Finance Report yang dikeluarkan oleh BMG Islamic sebuah lembaga konsultan bisnis dan manajemen terkemuka yang berbasis di London.
“Penilaian itu berdasarkan ukuran-ukuran tertentu dan bobot yang bervariasi, seperti jumlah lembaga keuangan syariah, izin pengaturan syariah, besarnya volume industri, edukasi dan budaya, serta kelengkapan infrastruktur,” katanya.
Transaksi Syariah
Makin menguatnya kepercayaan dunia pada keuangan syariah di Indonesia juga mendorong Jakarta Futures Exchange (JFX) untuk mencatat perkembangan signifikan. JFX sendiri menargetkan transaksi harian bisa mencapai Rp 50 miliar per hari dalam komoditas syariah.
“Untuk target transaksi harian kita saat ini masih dalam tahap simulasi jadi kita lihat dalam waktu tiga bulan dulu dan targetnya pun tidak terlalu besar. Kita mencoba di angka Rp 50 miliar dalam satu hari, dari 10 perbankan syariah,” ungkap Direktur JFX, M Bihar Sakti Wibowo, di Jakarta, Kamis (13/10) seperti dikutip Okezone.
Di sisi lain dari segi komoditas yang diperdagangkan kali ini ada tiga macam yaitu cokelat, kacang mete, dan kopi. “Saat ini jumlah komoditasnya baru tiga macam karena masih baru. Ke depannya kita sedang mengkaji untuk melirik potensi komoditas lainnya seperti CPO, batu bara, dan oil,” paparnya.
Dalam setahun mendatang, JFX berharap nilai transaksi harian bisa mencapai tiga hingga empat kali lipat dari target saat ini yang ditargetkan mencapai Rp 50 miliar dalam tiga bulan pertama.
Sekadar informasi, dalam meluncurkan komoditas syariah tersebut, JFX akan menggandeng setidaknya 10 perbankan syariah untuk mendukung perdagangan komoditas syariah tersebut.
Namun saat ini baru tiga perbankan syariah yang mendaftarkan yaitu Bank Syariah Mandiri, HSBC Amanah dan Bank Muamalat. “Dalam tiga bulan mendatang kita harapkan dapat menggandeng 10 bank lagi,” pungkasnya

Detik | Okezone

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :