Rabu, 23/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Keturunan Nabi Kecam Kartun

Selasa, 23/03/2010 09:00 WIB - oke

LONDON—Sekitar 95.000 keturunan Nabi Muhammad SAW berencana melayangkan tuntutan kepada surat kabar pemuat kartun yang dianggap menghujat Nabi Muhammad. Tuntutan ini akan diajukan di pengadilan Inggris.
Faisal Yamani, seorang pengacara asal Arab Saudi yang mewakili para keturunan Nabi ini mengklaim, 12 kartun yang dimuat dalam surat kabar Denmark, Jyllands Posten sebagai sebuah pencemaran nama baik.
Seperti diketahui, gambar yang dirilis pada 2005 lalu tersebut menyebabkan kemarahan warga muslim dunia. Bahkan protes menentang pemuatan kartun itu di beberapa negara muslim berujung dengan kerusuhan.
Meskipun kartun tersebut dirilis oleh surat kabar Denmark, Yamani berniat mendaftarkan gugatannya di Inggris. Hal ini ia lakukan karena hukum Inggris mengatur undang-undang (UU) pencemaran nama baik yang lebih diberatkan kepada pihak penggugat. Demikian diberitakan The Sunday Times, Senin (22/3).
Ditolak Hakim
Seorang pengacara Inggris, Mark Stephens berkomentar mengenai usaha dari Yamani ini. “Keturunan langsung dari Nabi Muhammad memiliki tempat khusus di masyarakat muslim. Mengkritik ataupun memperolok sosok Nabi Muhammad tentunya dianggap sebuah skandal,” ungkap Stephens.
“Yang menjadi pertanyaan, apakah hal ini (pemuatan kartun) dianggap sebuah pencemaran nama baik di Inggris?” imbuh Stephens.
Stephens juga menambahkan, kemungkinan besar para hakim di Inggris akan menolak kasus ini. Ia juga memperkirakan saat hakim menyidangkan kasus ini, mungkin kasusnya akan berubah dipenuhi aroma politik.
Sebelumnya, Yamani sudah memenangkan permintaan maaf dari surat kabar Denmark lain Politiken, yang juga mempublikasikan kartun tersebut. Sementara kartun tersebut diterbitkan pertama kali oleh Jyllands Posten sebagai kampanye untuk mempromosikan kebebasan berpendapat.
Namun usai penerbitan kartun yang di antaranya memperlihatkan Nabi Muhammad dengan surban berbentuk rudal di kepalanya, membuat kantor surat kabar tersebut dipindahkan beberapa kali akibat ancaman. Sementara pembuat kartun itu Kurt Westergaard terpaksa hidup bersembunyi akibat ancaman yang diarahkan padanya. (oke)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :