Pak… Apa sih kerja anggota dewan itu?” Pertanyaan itu begitu saja terlontar dari bibir seorang siswa SD Az-Zahra. Meski terlihat polos, pertanyaan siswi kelas V bernama Selo itu langsung memecahkan keheningan ruang sidang DPRD Sragen, Rabu (28/10) siang.
Pertanyaan yang menyeruak dalam ruangan yang dipenuhi ratusan siswa-siswi SD yang terletak hanya beberapa ratus meter dari Gedung DPRD itu langsung dijawab oleh anggota DPRD yang duduk di deretan kursi pimpinan. “Tugas anggota dewan itu menyampaikan aspirasi masyarakat untuk diperjuangkan agar mendapat tanggapan dari pemerintah melalui lembaga DPRD ini,” jawab Wakil Ketua DPRD, Giyanto.
Sekilas, pertanyaan yang dilontarkan Selo memang sedikit menggelikan. Namun, jika dimaknai lebih dalam, pertanyaan itu jelas menyiratkan makna bahwa selama ini keberadaan dan fungsi anggota dewan ternyata belum banyak terlihat. Sehingga tak heran jika ditanya animo mereka menjadi anggota dewan, mayoritas siswa itu menggelengkan kepala.
“Saya ndak mau jadi anggota dewan. Meski kursinya empuk tapi tapi kerjanya berat,” aku Muhamad Zulfaradani, siswa kelas V berbadan subur, saat ditanya keinginannya menjadi anggota legislatif.
Alasan berbeda diungkapkan Arista. Siwa kelas IV ini mengaku tidak berminat menjadi anggota legislatif karena sering menjadi sasaran kritik dari masyarakat yang kecewa dengan kinerja legislatif. “Kadang banyak yang kecewa karena anggota dewan itu katanya sering ingkar janji,” katanya ceplas-ceplos.
Sementara, sejumlah pertanyaan seputar kinerja DPRD juga dilontarkan oleh siswa-siswa lain. Pertanyaan itu antara lain, apa saja larangan yang tidak boleh dilakukan anggota Dewan hingga kenapa Dewan disebut sebagai wakil rakyat.
Kirim Surat
Di sisi lain, harapan besar juga disampaikan para generasi kecil itu melalui surat yang ditulis oleh mereka sendiri. Masing-masing siswa membuat satu surat berisi tentang harapan dan aspirasi mereka yang ingin disampaikan kepada anggota legislatif.
“Bapak/Ibu DPRD yang terhormat, kami ingin agar anggota dewan bisa memperjuangkan agar ada anggaran beasiswa untuk siswa-siswi berprestasi,” pinta salah satu siswi melalui sepucuk surat yang dibuatnya.
Sementara, dalam kegiatan kemarin, siswa-siswi yang hadir sekitar 200 yang terdiri dari kelas IV hingga VI. Dengan didampingi 12 guru kelas masing-masing, mereka ditemui sejumlah unsur pimpinan DPRD di antaranya Ketua DPRD Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Wakil Ketua Giyanto dan tiga anggota dewan lainnya. “Kegiatan praktek studi lapangan ini dimaksudkan untuk mengaplikasikan teori dan mengenalkan siswa kepada dunia luar dalam praktik nyata,” ujar Murtiningsih, Humas SDIT Az-Zahra. (Wardoyo)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




