KARANGANYAR—Penyebab keracunan di Desa Brujul, Minggu (14/3) lalu akhirnya terkuak. Hasil analisis laboratorium Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar pada sampel makanan dan contoh usap lendir para pasien menunjukkan, penyebab keracunan tersebut adalah bakteri yang terkandung dalam beberapa makanan yang tersaji di tempat hajatan Kepala Dusun Brujul, Wagimin.
”Dari investigasi yang kami lakukan, es buah menjadi penyebab keracunan tertinggi dengan 82, 5 persen, sop ayam dengan 70,4 persen dan opor ayam 66,3 persen,” terang Fatkul Munir, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, kepada Joglosemar, Rabu (17/3).
Sedangkan dari kajian lebih lanjut gejala keracunan yang paling tinggi dialami para warga ini adalah diare sebesar 77,8 persen, pusing sebesar 74,1 persen, perut mulas 65,96 persen dan rasa mual, muntah dan lemas hanya 48 persen. ”Reaksi yang terjadi setelah 10 hingga 11 jam ini kami simpulkan karena disebabkan kontaminasi bakteri,” tuturnya.
Ia menduga bakteri dapat merasuk ke dalam makanan dan minuman yang disajikan dalam hajatan tersebut karena terkena pencemaran. ”Ya mungkin pencemarannya sudah terjadi pada bahan makanan yang akan dimasak atau pada proses memasaknya,” jelas Munir.
Kendati sudah ditemukan dugaan penyebab keracunan ini, pihak Dinkes Karanganyar masih melakukan pemantauan hingga Jumat (20/3) besok. ”Kalau sampai tanggal itu penderita terus berkembang berarti sumber keracunannya ada banyak, tetapi kalau sudah berhenti berarti ya tinggal buat pembelajaran kita,” tuturnya.
Untuk mengantisipasi kejadian musibah ini terulang Dinkes mengimbau pada masyarakat yang punya hajat menyimpan sedikit sampel makanan yang disajikan di lemari es. (tam)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




