JEBRES—Kelurahan Kepatihan Wetan minta para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang mangkal di sepanjang Jalan Kepatihan tertib. Selama ini pihak kelurahan mengeluhkan tindakan PKL yang tidak membereskan peralatan dagangnya yang menempel di sejumlah bangunan instansi pemerintahan.
”Kami sudah memberikan pemahaman, bahwa di depan kantor pemerintahan, tidak boleh untuk berjualan. Boleh berjualan asalkan bongkar pasang. Jadi setelah berjualan, lapaknya dibongkar,” kata Lurah Kepatihan Wetan, Orbawati, Kamis (31/3).
Menurutnya, banyak lapak PKL yang menempel di dinding aula Kelurahan Kepatihan Wetan, yang berlokasi di perempatan jalan raya. Akibat pendirian lapak-lapak PKL itu, kantor kelurahan sulit terlihat dari jalan.
Kelurahan, katanya, sudah melakukan pendekatan secara persuasif pada para PKL. Bahkan, sosialiasi pelarangan kawasan instansi pemerintahan untuk berdagang sudah disampaikan bulan Febuari lalu. ”Ada sekitar tujuh PKL di sekitar kantor kejaksaan. Mereka memahami sosialisasi kami,” ujarnya.
”Kami hanya ingin menempatkan PKL di tempat-tempat yang nyaman agar tertata rapi. Dan bukan hak kami untuk menggusur mereka.”
Sementara itu Mulyadi (63) salah satu PKL di kawasan setempat bersedia ditata, namun dia menolak jika pindah. ”Yang penting kami tetap berjualan di sini. Jangan dipindah-pindah k emana-mana. Kalau dipindah, jualan kami tidak laku. Mau ditata atau dibuatkan trotoarm saya manut saja, yang penting jangan dipindah,” katanya. n Sri Ningsih
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




