KLATEN—Suasana tak terduga mencuat dalam sosialisasi peserta sertifikasi guru di Gedung Olahraga (GOR) Gelarsena, Kamis (11/3). Acara yang sebenarnya merupakan pembekalan guru sertifikasi oleh Dinas Pendidikan (Disdik) itu beraroma politis.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Klaten, Purwanto AC bahkan secara lantang mengampanyekan pasangan bakal calon (balon) Bupati, Sunarna-Hartini.
“Semangat menjadi modal guru untuk mendidik anak bangsa, begitu juga dalam memenangkan pasangan Sunarna-Hartini (mantan ketua DPC PDIP Klaten-red). Mari kita dukung agar Klaten lebih maju!” teriak Purwanto AC di depan podium, di depan 1.365 orang guru.
Kontan saja, kata-kata yang diucapkan Kepala BKD itu membuat isu Sunarna menyeberang ke kubu PDIP kian benar. Pasalnya, Sunarna masih tutup mulut tentang arah politiknya.
Tidak hanya itu saja, satu persatu perwakilan guru dari jenjang pendidikan mengutarakan dukungannya kepada Sunarna untuk menjadi Bupati Klaten kedua kalinya. Trijoko Siswanto, staf Disdik di UPTD Karangnongko mengutarakan hal serupa.
“Kami siap mendukung Sunarna menjadi Bupati Klaten selanjutnya,” ujarnya disambut riuh tepukan ribuan guru.
Usai acara, Purwanto membantah bahwa kata-kata yang dilontarkannya itu merupakan bentuk kampanye terhadap pasangan calon kepala daerah yang diusung PDIP yakni Sunarna-Hartini. Dia berdalih tahapan kampanye Pilkada belum dibuka, sehingga pernyataannya tidak bisa dianggap sebagai bentuk politis. “Ini bukan kampanye karena belum memasuki jadwal. Lagi pula tidak disampaikan langsung oleh balon tertentu,” dalihnya.
Sudah Biasa
Bupati Klaten, Sunarna juga beranggapan demikian. Segala dukungan terhadap dirinya untuk berhasil dalam Pilkada disikapi sebagai bentuk simpati rakyat. “ Di mana-mana mereka mendukung. Ini sudah biasa. Saya minta tolong untuk didukung kan boleh. Lagi pula belum ada tahapan kampanye. Jadi tidak bisa disebut sebagai kampanye,” ujarnya sewaktu ditanya wartawan, Kamis (11/3).
Di lain pihak, tim Pilkada makin tegas memberikan deadline kepada Sunarna mengenai jawaban arah politiknya kurang dari sepekan mendatang. Ketua Tim Pilkada Golkar Klaten, Anang Widayaka diberi waktu hingga Rabu (17/3) untuk mendapat jawaban dari bupati incumbent, akan tetap menggunakan jalur Partai Golkar atau merapat ke PDIP.
“ Mau tidak mau, apapun hasilnya, harus diketahui hingga 17 Maret,” ujarnya usai rapat internal DPD Golkar, Rabu (10/3). (lim)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







