Biasanya bayi usia 0 hingga empat bulan, memiliki kekebalan pasif bawaan yaitu zat antibodi yang diperoleh dari ibunya melalui plasenta. Karenanya, sampai usia lima bulan tubuh bayi akan sanggup menahan serangan berbagai penyakit tertentu, seperti campak, difteri dan beberapa penyakit lainnya. Selain kekebalan pasif bawaan, si kecil juga bisa memperoleh kekebalan yang didapat melalui pemberian serum ke dalam tubuhnya, yang biasanya terjadi dalam waktu relatif singkat, yaitu sekitar 2 sampai 3 minggu. Serum ini biasanya diberikan untuk mencegah penyakit campak, tetanus dan lain-lain.
Menurut dr Hari Wahyu Nugroho dari RSUD Dr Moewardi Surakarta, anak perlu mendapatkan imunisasi karena usia tersebut merupakan usia paling rentan terhadap berbagai virus dan penyakit. Maka dari itu, sejak dini anak perlu mendapatkan kekebalan tubuh melalui pemberian vaksin atau imunisasi untuk menghindari serangan penyakit yang mungkin dapat mengakibatkan cacat dan kematian.
“Pada dasarnya kekebalan seseorang terbentuk dalam dua cara, yaitu kekebalan pasif dan kekebalan aktif,” jelas Hari. Kekebalan aktif dapat muncul apabila terjadi stimulus yang menghasilkan antibodi dan kekebalan seluler, biasanya bertahan lebih lama jika dibandingkan dengan kekebalan pasif.
Terdapat dua jenis kekebalan aktif, pertama, kekebalan aktif didapat, yaitu kekebalan secara alami (naturally acquired). Misalnya, anak yang terkena difteri (penyumbatan saluran napas) atau poliomyelitis dengan proses anak terkena infeksi kemudian terjadi silent abortive, sembuh, selanjutnya kebal terhadap penyakit tersebut.
Kedua, kekebalan aktif dibuat, yaitu kekebalan yang sengaja diciptakan yang dikenal dengan imunisasi dasar dan ulangan (booster), berupa pemberian vaksin (kuman yang masih hidup namun dilemahkan). “Vaksin tersebut akan berinteraksi dengan sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan respons imun. Hasil yang diproduksi akan sama dengan kekebalan seseorang yang mendapat penyakit tersebut secara alamiah,” ujar Hari.
Sementara itu, kekebalan pasif adalah pemberian antibodi yang berasal dari luar baik hewan atau manusia kepada manusia lain. Tujuannya memberi pelindungan terhadap penyakit infeksi. Pemberian antibodi ini bersifat sementara karena kadar antibodi akan berkurang setelah beberapa minggu atau bulan. Pemberian zat anti dari luar misalnya, serum antitetanus, atau serum antirabies. (dik)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







