SOLO—Meski beberapa pekan terakhir ini peredaran semen di Surakarta mengalami kelangkaan, namun Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Solo menghimbau kepada masyarakat supaya tidak panik. Hal tersebut dikarenakan berkurangnya stok semen hanya bersifat sementara dan akan kembali normal, lantaran produksi semen oleh pabrik tidak berkurang.
Hal tersebut diungkapkan Sekretaris TPID Kota Solo, Doni P Joewono. Dikatakan, berdasarkan informasi dari perwakilan dan distributor semen di Solo, kenaikan harga semen disebabkan meningkatnya permintaan pada semester II tahun 2011 serta banyaknya proyek-proyek pemerintah. “Lalu untuk produksi semen oleh pabrik tidak ada kendala namun distributor tidak bisa memperkirakan dengan tepat adanya peningkatan permintaan oleh pasar terutama adanya pembangunan proyek-proyek besar di Solo,” terang Doni kepada wartawan, kemarin.
Doni menambahkan, selain faktor di atas, truk-truk pengangkut semen menjalani libur yang cukup panjang seiring dengan adanya cuti bersama Lebaran. Akibatnya terjadi kelangkaan semen di gudang-gudang distributor karena adanya keterlambatan pemenuhan barang oleh pabrik. Kelangkaan semen di gudang distributor tersebut memicu kenaikan harga semen yang signifikan di level toko-toko atau retailer. “Kenaikan harga semen diperkirakan bersifat sementara dan akan kembali normal mulai Minggu ketiga September 2011,” imbuhnya.
Kebutuhan Semen
Maka, dalam rangka menjaga stabilitas harga, TPID Kota Solo merekomendasikan berbagai hal. Di antaranya jika toko-toko atau retailer semen menaikkan harga terlalu tinggi kepada konsumen, distributor dapat menjual semen secara langsung kepada konsumen. Masyarakat dihimbau agar tidak panik dan tidak memborong semen pada saat ini. Pihak Polresta Solo diharapkan melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke gudang-gudang semen, baik di level distributor maupun toko-toko atau retailer.
“Selain itu, Pemerintah Kabupaten atau Kota perlu mengatur agar pemenuhan kebutuhan semen oleh proyek-proyek besar diatur dalam suatu kontrak dengan distributor. Dengan demikian, kebutuhan semen oleh proyek-proyek besar tidak akan mengganggu stok dan kestabilan harga semen di pasar,” pungkas Doni.
Terpisah, Corporate Communication PT Holcim Indonesia Tbk, Deni Nuryandain menjelaskan, pasokan bisa normal kembali kalau beberapa proyek besar sudah selesai pengerjaannya. Karena dari pabrik sendiri untuk produksinya sudah optimal. “Kami tidak ingin kondisi kelangkaan ini terjadi berlarut-larut. Kami berharap secepatnya suplai ke konsumen yang membutuhkan semen bisa lancar kembali,” terang Deni.
Dwi Hastuti
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




