Senin, 13/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Kelamaan Liburan Bikin Kemampuan Otak Berkurang

Minggu, 03/01/2010 11:00 WIB - lea

Hei, guys, liburan hampir habis nih. Mumpung masih sedikit, manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya. Karena liburan adalah waktu yang penting untuk me-refresh pikiran setelah otak kita benar-benar diperas untuk terus belajar dan belajar lagi.
Peneliti telah menunjukkan liburan ternyata sangat dianjurkan oleh para dokter karena memiliki pengaruh terhadap peningkatan kesehatan. Beberapa manfaat liburan, diantaranya menjaga sel otak.
James Sands dari South Coast Institute for Applied Gerontology meneliti 112 wanita dan menemukan ada suatu hubungan antara rutinitas hidup yang banyak dengan menurunnya fungsi intelektual. Meskipun ada hubungan positif antara liburan dengan fungsi intelektual.
Manfaat lainnya adalah menurunkan ketegangan. Stres eksternal dan kegiatan dapat membuat kamu merasa gembira atau stres. Gejala-gejalanya termasuk perasaan lelah, tidak memiliki dorongan, tidak tertarik melakukan sesuatu, tidak antusias dan bahkan perasaan takut. Peneliti dari Departemen Psikologi Universitas Tel Aviv, Mina Westman dan Dove Eden menemukan perasaan tertekan dalam 76 orang menurun signifikan selama liburan.
Tetapi jangan sampai kelamaan untuk tetap bermalas-malasan menikmati liburan. Sebuah studi baru-baru ini melaporkan terjadi penurunan tingkat kemampuan otak setelah melewati masa liburan.
Sejak tahun 2004 hingga 2008, The Hartford, sebuah perusahaan asuransi di Connecticut melakukan survei dan menganalisis lebih dari 1 juta kasus kemunduran otak atau short-term disability akibat liburan panjang. Para pakar menduga hal itu disebabkan karena jarangnya otak diasah selama masa liburan.
Di Amerika, short-term disability diketahui banyak terjadi pada bulan November dan Desember. Namun pada bulan Januari dan Februari, penyakit kemunduran otak sesaat itu justru diikuti dengan berbagai penyakit seperti depresi, sakit pernapasan dan luka-luka. Sebanyak dua pertiga partisipan diketahui mengalami gejala tersebut.
“Orang-orang sangat senang ketika libur panjang tiba karena mereka bisa berkumpul dengan keluarga dan teman-teman. Tapi ketika bulan Januari datang dan mereka harus kembali menjalani rutinitas kerja dengan cuaca yang dingin dan sinar matahari yang kurang maka risiko stres dan depresi akan meningkat. Hal ini memungkinkan terjadinya kemunduran aktivitas otak dan produktivitas kerja,” kata Glenn Shapiro, wakil direktur dari The Hartford, seperti dilansir New York Times, akhir Desember kemarin.
“Orang-orang biasanya malas untuk kembali bekerja setelah liburan, apalagi jika kondisinya sedang sakit. Untuk itu, selama liburan sebaiknya tetap lakukan aktivitas yang bisa mengasah otak dan usahakan menjaga kondisi tubuh tetap sehat agar gejala short-term disability tidak terjadi,” jelas Shapiro. (lea)

 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :