SOLO—Pelaksanaan ujian nasional telah berlangsung hingga memasuki hari ketiga, untuk sementara panitia belum menemukan bentuk kecurangan yang berarti. Peserta UN yang berperilaku jujur merupakan cermin pendidikan berkarakter.
Kepala Bidang Pemuda Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Surakarta, Kelik Isnawan merespons prosesi keberlangsungan UN kali ini dinilainya sebagai sebuah peningkatan signifikan dari integritas kejujuran. Ia mengatakan bahwa kejujuran salah satu kunci sukses dari pendidikan karakter di Kota Surakarta. Dengan dukungan dari berbagai pihak, nilai kejujuran UN merupakan realisasi terhadap pendidikan karakter.
“Saya menganggap bahwa pola kejujuran UN yang telah disepakati bersama tersebut merupakan cermin dari pendidikan karakter di Kota Surakarta,” ungkapnya, Rabu (24/3).
Kelik menegaskan program pendidikan berkarakter nantinya telah berjalan dengan baik, hal itu dapat dijadikan penyaring minimalisasi aksi kecurangan UN. “Kami upayakan nantinya pendidikan karakter berupa diklat-diklat pelatihan. Sesuai rencana, sebelum MOS bulan Juli mendatang program ini telah siap pakai,” katanya.
Beberapa waktu lalu, Kepala Disdikpora Kota Surakarta, Rakhmat Sutomo mengungkapkan bahwa integritas kejujuran ini merupakan modal awal pencanangan pendidikan karakter di Kota Surakarta. “Kejujuran secara tidak langsung memberikan sport demi terealisasinya pendidikan karakter. Pelaksanaan UN kali ini integritas kejujuran telah dijunjung tinggi, realisasi pendidikan karakter akan mudah untuk dicapai,” tukasnya. (bns)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




