Rabu, 23/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Keberadaan PAUD Sangat Penting

Kamis, 25/03/2010 09:00 WIB - bns

SOLO—Koordinator pelatihan kader Pos PAUD, Sri Sutanti Choirul Socheh menyatakan mempersiapkan mental anak di usia dini sangatlah penting. Hal ini dimaksudkan supaya anak lebih mengenal karakter dan potensi yang dimilikinya. “Pendidikan anak usia dini merupakan dasar penting sebelum menginjak jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Mempersiapkan mereka dengan pola-pola pembelajaran yang dikemas dengan sarana bermain,” ungkapnya di sela-sela acara, Rabu (24/3).
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Surakarta, Rakhmat Sutomo menambahkan bahwa peranan penting PAUD sama tegak lurusnya dalam menentukan masa depan anak.
“Dalam prosedur pelaksanaan Pos PAUD, tercantum petunjuk pelaksanaan yang menyebutkan bahwa masa keemasan anak dimulai sejak usia dini. Di sinilah peranan penting pendidikan anak usia dini yang terbagi dalam dua  jenis, yakni formal (TK) dan informal (PAUD),” tukasnya. 
Program wajib belajar (wajar) sembilan tahun kali ini telah berubah substansi maknanya. Mulai sekarang muncul kebijakan baru yang menyebutkan bahwa wajar dimulai dari PAUD. “PAUD telah menjadi bagian dari model pembelajaran, olah karena itu program wajar sembilan tahun kini dimulai dari PAUD,” jelasnya.
Pelatihan kader Pos PAUD di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Semanggi Pasar Kliwon, Solo, dihadiri pula, Ketua Penggerak PKK Kota Surakarta, Iriana Joko Widodo sekaligus penanggung jawab acara, beserta kelompok himpunan pendidikan anak usia dini (HIMPAUDI) Kota Surakarta.
Dana
Total kader yang hadir sebanyak 71 orang dari berbagai Pos PAUD yang pada tahun 2009 memperoleh bantuan dari APBD. 
Untuk dana bantuan PAUD 2010, Sri Sutanti telah mengajukan proposal anggaran dengan rincian sebagai berikut, untuk 10 kelompok diberikan bantuan sebesar Rp 5 juta, sedangkan tujuh kelompok lainnya sebesar Rp 10 juta. “Dana anggaran tersebut saya rasa sangatlah tidak cukup. Untuk itu kami juga mencari sumber dana lain dari, donatur warga, iuran per bulan anggota,” tuturnya.
Dengan pendanaan yang sedikit tersendat, namun dirinya yakin untuk tahun-tahun berikutnya akan lebih mandiri. Pihaknya berkilah dalam pelaksanaan PAUD kalah dengan sekolah noninformal swasta lainnya.
“Biarpun dana kami minim, namun kami siap dan mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lain. Untuk itu, sebelum itu terealisasi kami berikan pelatihan-pelatihan kepada 125 kader Pos PAUD se-Surakarta,” terangnya kepada Joglosemar, Rabu (24/3). (bns)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :