BANGKOK—Pendemo anti-Pemerintah Thailand menolak syarat untuk bernegosiasi yang diajukan oleh Perdana Menteri (PM) Abhisit Vejjajiva. Pendemo mengatakan, jika mereka akan terus melakukan protes hingga PM Abhisit mundur.
Dalam protes besar-besaran yang berlangsung hampir sepekan, massa pendukung mantan PM Thaksin Shinawatra yang biasa disebut ‘Kaus Merah’ ini bersikeras untuk tidak melakukan negosiasi dengan pemerintah. Pendemo tetap menginginkan pembubaran dari parlemen dan mendesak untuk segera diadakannya pemilu kilat.
”Kami (Kaus Merah) tidak menolak untuk bernegosiasi, tetapi perdana menteri harus membubarkan parlemen terlebih dulu. Selain itu, seluruh partai juga diharuskan menandatangani komitmen jika mereka akan menghormati hasil pemilu agar pemerintahan negara ini dapat kembali berjalan,” ungkap pimpinan Kaus Merah, Jatuporn Prompan seperti dikutip AFP, Jumat (19/3).
Sementara dalam lanjutan aksi protes ini, para pendemo berencana untuk mengecat Bangkok dengan darah mereka. Sebelumnya para pendemo sempat mengumpulkan sekitar 80 galon darah, yang didonor dari mereka sendiri. Darah tersebut mereka lemparkan ke kediaman PM Abhisit dan gedung pemerintahan di Bangkok.
Pendemo mengakui jika mereka masih memiliki 15 botol darah sisa dari aksi 15 Maret kemarin. Rencananya, darah tersebut akan dibuat lukisan dan mereka mengundang siapa pun yang ingin membuat lukisan yang melambangkan perjuangan rakyat Thailand untuk menegakan demokrasi. (oke)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




