Gejala utama yang dijumpai pada penderita katarak adalah pandangan berkabut dan penglihatan yang semakin kabur. Pada gejala awal, dapat terjadi penglihatan jauh kabur sedangkan penglihatan dekat sedikit membaik dibandingkan sebelumnya. Katarak dapat pula terjadi pada bayi karena sang ibu terinfeksi virus rubella pada saat hamil muda. Solusi untuk menyembuhkan penyakit katarak secara medis umumnya dengan jalan terapi bedah.
Menurut Dokter Spesialis Mata RS Kasih Ibu Surakarta, dr Nurcahya Ardian Bramantha SpM, sampai saat ini tidak ada upaya pencegahan katarak yang telah terbukti secara ilmiah. Akan tetapi, kita dapat melindungi mata dari cahaya ultraviolet dengan menggunakan kacamata hitam secara teratur. Pasalnya, sinar ultraviolet dari sinar matahari yang mengenai mata berkepanjangan mampu memicu terjadinya katarak. “Selain itu, jaga pola makan secara teratur, mengobati penyakit yang menyerang tubuh seperti diabetes mellitus dan berhenti merokok merupakan langkah yang dapat dilakukan agar terhindar dari kemungkinan terkena katarak,” paparnya.
Jika sampai sekarang ini katarak masih membayangi kehidupan masyarakat, kondisi tersebut disebabkan oleh ketakutan masyarakat pada tindakan operasi. Bahkan tidak sedikit berita yang beredar operasi katarak malah akan membuat mata menjadi buta. Padahal, semua tindakan dalam medis memiliki risiko. Akan tetapi, dengan kemajuan teknologi saat ini, risiko dapat diminimalisasi. Jika memang ada kejadian seseorang menjadi buta setelah menjalani operasi katarak, hal itu mungkin disebabkan oleh faktor lain seperti keadaan mata yang memang sudah menurun atau tidak baik. Atau ada kelainan lainnya pada mata yang tidak terdeteksi pada pemeriksaan katarak.
Dr Bram menambahkan, untuk mendiagnosis katarak, dokter mata dapat melakukannya dari pemeriksaan klinis ketika pasien datang untuk pemeriksaan mata di klinik mata. Sementara itu, untuk mencegah terjadinya katarak pada bayi, harus dijaga tetap sehat selama dalam kandungan, jangan sembarangan mengonsumsi sembarang obat juga.
Triawati Prihatsari Purwanto
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




