Rabu, 23/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Kasus Cek Suap Kental Nuansa Politis

Senin, 22/03/2010 09:00 WIB - dtc/oke

JAKARTA—Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kembali mempertanyakan penanganan kasus cek suap pemilihan Miranda Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004.
“Yang saya tanyakan semua nama yang disebutkan itu sudah lewat periodisasinya. Kenapa lima tahunan lalu tak disebutkan. Sepertinya nuansa politik sangat kental,” ujar Mega di Hotel Hailai, Ancol, Jakarta Utara, Minggu (21/3).
Kendati begitu, Mega menegaskan partainya akan menghormati proses hukum terhadap kadernya yakni Dudhie Makmun Murod yang tengah disidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta. “Kita patuh hukum, saya sebagai Ketum akan memantau jalannya proses kalau ada bukti sampai ke persidangan,” tandasnya.
Sementara itu, jaminan Ketua Umum Partai Golkar yang akan memberikan perlindungan hukum dan politik kepada kadernya yang diduga terlibat dalam kasus cek suap Miranda Goeltom akan berakibat hancurnya Golkar di masa-masa mendatang. “Sikap itu bentuk inkonsistensi yang nyata. Kalau selama ini keras menggugat skandal Century, tetapi giliran kadernya bermasalah kok malah diberi perlindungan,” kata pengamat politik dari UGM Arie Sudjito.
“Kalau ingin membangun citra partai yang sehat dan diterima masyarakat lagi, Golkar harus konsisten. Kalau mendorong orang lain bersalah dibersihkan, kadernya yang bermasalah juga harus dibersihkan. Kalau tidak demikian, ini bisa mengubur dirinya sendiri ke depan. Karena ini kemunafikan politik,” tegasnya.
Sandera
Arie berharap Golkar bisa memikirkan ulang soal sikapnya terkait kader bermasalah. Sebab, jika benar hal itu dilakukan, Golkar akan terbonsai dan tidak akan lagi mendapat kepercayaan dari rakyat. “Bagaimana mau percaya Golkar akan membersihkan institusi lain dari korupsi kalau ternyata di internal mereka banyak juga yang bermasalah. Ini akan menjadi sandera politik yang akhirnya hanya akan membonsai Golkar ke depannya,” paparnya.
Doktor politik UGM ini menilai, Golkar masih memiliki waktu untuk menetapkan sikapnya soal bagaimana mengembalikan kepercayaan rakyat. “Kalau tidak membuat formula dan pilihan sikap politik yang tepat, dia akan ditinggalkan massanya. Apalagi saat ini rakyat sudah cukup cerdas,” pungkasnya. (dtc/oke)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :