Rabu, 23/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Kartasura dan Baki Alami Kelangkaan Gas Elpiji

Senin, 12/09/2011 00:57 WIB - Muhammad Ismail

SUKOHARJO—Kelangkaan gas elpiji ukuran tiga kilogram terjadi sejak awal Lebaran, lalu. Dampak kelangkaan tersebut sebagian besar pengecer kesulitan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Salah satu pengecer gas elpiji di Gumpang Kartasura, Imam mengatakan kelangkaan gas elpiji terjadi di wilayah Kartasura sejak awal Lebaran sampai sekarang. Bahkan, agen sampai pengecer sudah tidak memiliki stok gas untuk dijual kepada masyarakat.
“Sudah banyak warga sini yang mencari gas elpiji tiga kilogram di toko saya. Mereka harus kecewa karena tidak ada barangnya,” ujar Imam saat ditemui di tokonya, Sabtu (10/9).
Menurut Imam, tabung gas dalam keadaan kosong sudah banyak menumpuk dan agen belum mengambil untuk ditukar dengan tabung baru yang sudah diisi. Selain itu, meskipun belum tahu kapan gas elpiji baru akan dipasok, namun sudah banyak yang memesan. Mereka meninggalkan tabung gas yang kosong.
“Kalau kondisi seperti ini terus berlangsung lama akan sangat menyulitkan masyarakat yang mengantungkan gas elpiji untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Supangat mengakui terjadinya kelangkaan gas elpiji ukuran tiga kilogram di Sukoharjo. Namun, tidak semuanya mengalami kelangkaan. “Hanya ada dua daerah yang sempat mengalami kelangkaan yakni Kartasura dan Baki,” ujar Supangat.
Dikatakan Supangat, soal kelangkaan tersebut terjadi sekitar satu minggu kemarin usai Lebaran. Hal tersebut disebabkan karena para SPBE di Sukoharjo libur Lebaran. “Jadi sangat wajar kalau kelangkaannya karena faktor libur kerja dan kondisinya saat ini sudah kembali normal,” terangnya.
Disinggung soal harga apakah juga mengalami kenaikan saat terjadi kelangkaan, Supangat menegaskan tidak ada kenaikan harga dan normal.
Sementara itu, mengenai usulan Pemkab Sukoharjo soal penambahan kuota gas elpiji sebanyak 1.546 tabung per hari saat Puasa lalu mengalami penundaan. Penundaan tersebut terjadi karena saat ini sudah lewat Lebaran dan kondisi permintaan gas elpiji tidak sebanyak waktu Puasa.
Menurut dia, awalnya pengajuan tambahan kuota didasari untuk memenuhi kebutuhan gas pada bulan puasa karena ada peningkatan permintaan dan sekarang sudah lewat lebaran sehingga harus ditunda sambil menunggu apakah masih banyak rembesan di Sukoharjo.
“Nanti kalau masih banyak ditemukan gas elpiji luar daerah masuk ke Sukoharjo pengusulan kuota tersebut akan diusulkan kembali,” katanya.

Muhammad Ismail

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :