SOLO (Joglosemar): Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, selama tiga tahun terakhir telah melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Jelok, Cepogo, Boyolali. Kegiatan lebih difokuskan pada pemberdayaan masyarakat di usaha wiraswasta inovasi produk makanan dengan bahan dasar bunga rosela.
Program yang telah berjalan ini, berhasil mendorong masyarakat di desa tersebut untuk kreatif membuat berbagai kreasi makanan dari bahan baku bunga rosela. Di awali dari pembuatan teh bunga rosela, saat ini inovasi tersebut telah berkembang hingga pembuatan aneka panganan seperti geplak, dodol, selai, punch dan bakpao.
“Kami sengaja mengembangkan bunga rosela karena melihat potensi besar di desa ini salah satunya adalah tanaman rosela,” ujar Indrias Tri Purwanti, salah satu dosen FTP Unisri kepada Joglosemar, Selasa (27/10).
Selain itu, dari penelitian diketahui rosela mengandung berbagai macam zat yang berkhasiat bagi kesehatan manusia. “Bunga rosela mengandung serat tinggi, antioksidan dan kandungan vitamin C-nya tinggi, masih ditambah mineral-mineral lain yang juga bermanfaat,” ungkapnya.
Katanya, hingga saat ini FTP Unisri telah berhasil mengoordinasi sampai 60 petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Seger Asri. Produksi berbagai jenis inovasi makanan berbahan baku rosela, lanjutnya, telah dijual secara komersial di sekitar wilayah Boyolali. “Memang dari produk-produk yang telah dibuat tadi, kami dorong untuk dapat dijadikan sebagai home industry,” tuturnya.
FTP Unisri sendiri berharap dengan berjalannya program pengabdian masyarakat mereka ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sana. “Dengan dibuat aneka inovasi makanan, nilai jual rosela akan jadi semakin tinggi atau nilainya akan bertambah,” terangnya.
Meski begitu, mengingat sebaran penjualan produk rosela dari Desa Jelok masih belum meluas. Pihak FTP Unisri berharap agar pemerintah daerah bersedia memberikan perhatian pada perkembangan wirausaha rosela di Desa Jelok. “Produknya masih dijual di sekitar Boyolali, untuk mampu dijual ke wilayah yang lebih luas lagi dibutuhkan perhatian pula dari pemerintah,” tandasnya. (tam)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




