SOLO—Marsudin, atlet panjat tebing asal Solo kembali menunjukkan taringnya dalam Kejuaraan tingkat Nasional bertajuk Walikota Cup yang berlangsung di Denpasar, Bali, Jumat-Minggu (26-28/3). Masrudin yang membawa nama Cartenz Indonesia berhasil meraih medali perunggu untuk kategori lead (kesulitan) setelah dikalahkan oleh seniornya. Ponti Hardianto yang membawa nama Eiger Bandung dan Julianto P dari Federasi Panjat tebing Indonesia (FPTI) Bali.
“Mereka memang jauh di atas saya dan sangat senior. Mereka berdua adalah atlet tingkat Nasional, bahkan Ponti bulan Juli nanti mau berangkat ke Singapura untuk mewakili Indonesia di Kejuaraan berlevel internasional,” ungkap Marsudin. Ia mengaku kejuaraan ini adalah kesempatan pertamanya bertanding dengan atlet-atlet nasional termasuk Ponti dan Julianto.
Meski berangkat dengan percaya diri yang besar saat memutuskan untuk pertandingan ini, namun ia mengaku masih perlu belajar dari senior-seniornya. Marsudin sendiri sebelumnya berhasil merebut perak dalam kejuaraan Nasional Mega Open Climbing Competition yang bertempat di Universitas Tarumanegara, Jakarta satu pekan lalu.
“Saya kalah segalanya dari dua lawan saya itu, jadi setelah ini saya akan latihan lebih keras lagi,” tambahnya.
Usai kejuaraan ini Marsudin akan kembali ke Solo untuk menjalani desentralisasi PON XVIII di Wall Climbing Manahan Solo, mulai Kamis (1/4) mendatang. Marsudin bersama-masa dengan atlet panjat tebing Jawa Tengah yang lain akan berlatih dibawah pelatih Ade Gustadi dam Mahfud Fauzan Efendi. “Kami berharap semua atlet sudah bergabung, Kamis (1/4) nanti,” ungkap Mahfud.
Sementara pada Kejurnas tersebut nomor Lead Putri, juara pertama berhasil ditempati oleh Karmila dari Jimbaran Bali, disusul oleh Budi Arsini dari FPTI Bali di tempat kedua, dan terakhir Dian dari Blitar di tempat ketiga. (tqu)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




