Nama dan foto vokalis grup band papan atas Indonesia, Kaka ‘Slank’ dicatut oleh produk minuman keras berkadar alkohol 47 persen di Manado. Merasa dirugikan, Kaka dan Slank pun berupaya menempuh jalur hukum.
“Kita tahu misi Slank jelas, no drugs no alcohol. Sehingga ini jelas merusak reputasi Kaka dan Slank. Ini perbuatan melawan hukum dan kami akan ambil langkah hukum,” terang kuasa hukum Slank, Riri Purbasari yang diamini personel Slank lainnya saat ditemui di markas Slank, Potlot, Kalibata, Jakarta Selatan, seperti dilansir dari inilah.com dan vivanews.com, Selasa (23/3).
Kaka mengaku mengenal orang yang telah mencatut namanya, yang berinisial N. Awalnya, Kaka berpikir orang tersebut berniat baik. Namun ia tak menyangka kalau akhirnya akan dimanfaatkan untuk hal yang tidak benar.
“Gue kenal dengan orang ini, lima tahun lalu. Waktu itu dia bawa pegawai, katanya dia Slankers berat, dia minta foto dan gue mengiyakan. Saya menganggap ini jatuhnya culas. Kalau orang culas di Potlot itu sangat tidak diterima,” kata Kaka.
Kabar Kaka menjadi ikon merek minuman keras sempat membuat protes Slankers Tanah Air. Seorang Slankers asal Manado yang pertama kali membeberkan berita tersebut.
“Yang melaporkan itu Slankers dari Manado. Yang jelas Kaka dan Slank sangat tersinggung dan tidak suka. Jangankan minuman, rokok saja kami tidak pernah menawarkan untuk mengisap secara langsung,” timpal Bimbing, penggebuk drum Slank.
“Saya rasa, Undang-undangnya juga sudah jelas kok, tidak boleh ada tokoh yang menjadi model minuman beralkohol, ini cobaan buat gue juga karena gue sudah setahun lebih nggak minum alkohol,” imbuh Bimbim.
Riri menambahkan, pemuatan sampul depan wajah Kaka ‘Slank’ dianggap menjadi unsur komoditi bagi pihak-pihak tertentu. “Dalam botol minuman itu ada moto Cawan Mas Soal Rasa Paling Nomor satu, produk sudah jadi, ada tiga rasa, semuanya ada label foto Kaka. Ini jelas ada muatan unsur ekonomi dan tentunya harus ada sanksi ekonominya.”
Menurut Riri, pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan mengambil langkah-langkah hukum. “Slank punya beban moral ke Slankers, mereka harus meminta maaf. Kami akan lakukan somasi dan mengambil langkah-langkah hukum. Pernah ada pertemuan tapi mereka tidak ada perkataan maaf, jadi kami akan tentukan langkah hukum selanjutnya,” pungkas Riri. (dhi)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




