Senin, 13/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Jumlah Penumpang KA dan Bus Mulai Meningkat

Senin, 06/09/2010 09:00 WIB - son/mal

WONOGIRI—Memasuki H-5 Lebaran, peningkatan arus pemudik yang masuk ke Kabupaten Wonogiri mulai terasa. Selain  kendaraan pribadi, para pemudik juga memakai angkutan bus sebagai alat transportasi. Di terminal induk Giriadipura, Wonogiri hingga H-5 kemarin tercatat ada jumlah lonjakan pemudik dibanding sehari sebelumnya.
Kepala UPT Terminal Dishubkominfo Wonogiri, Haryadi menjelaskan data mulai pukul 00.00 hingga pukul 08.00 WIB, Minggu (5/9)  terdapat sekitar 170 bus AKAP dari berbagai kota di luar Jawa Tengah yang masuk terminal, dengan jumlah penumpang 4.709 orang.
“Pada H-6 jumlah bus baru 120 dengan jumlah penumpang 3.444 orang. Lalu sehari sebelumnya, H-7, ada 113 bus dengan 3.393 penumpang. Jumlah ini akan terus naik hingga  mencapai puncaknya pada H-2. Kami perkirakan seperti itu karena pemudik mungkin  pulang mepet agar libur setelah Lebaran panjang, sekalian hari coblosan,” paparnya. Data pantauan pos lalu lintas di Terminal Krisak otomatis juga tak jauh beda.
Meski sudah banyak pemudik berdatangan, namun tidak serta merta membawa keuntungan bagi para sopir mobil omprengan dan bus AKDP. Seperti yang terlihat di Kota Kecamatan Ngadirojo  Minggu (5/9) dini hari.
Badal (30), salah satu sopir omprengan mengaku belum ada kenaikan dari sisi pendapatan. Hal itu karena banyak bus AKAP yang mengantarkan penumpang hingga tujuan akhir karena kebetulan masih banyak yang turun di wilayah Wonogiri Timur. Wilayah paling banyak menjadi tujuan pemudik.
Stasiun Ramai
Jangkung (40), kondektur bus bahkan mengatakan bus baru pulang kemarin pagi setelah nginep di Solo. “Penginnya biar dapat penumpang malah gak ada,” tuturnya.
Pada hari yang sama, stasiun-stasiun di Sukoharjo mulai dipadati penumpang pemudik. Diperkirakan, puncak kepadatan akan terjadi pada H-2 Lebaran.     Kepala Perjalanan KA Stasiun Sukoharjo, Djoko Rahmanto mengatakan,  setidaknya ada sekitar 10 pemudik yang menumpang KA Senja Bengawan turun di Stasiun Sukoharjo tiap harinya terutama saat H-7 Lebaran.
Jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah mengingat waktu sebelum Lebaran masih beberapa hari lagi. “Kebanyakan pemudik yang datang di stasiun Sukoharjo merupakan orang perantauan dari Jakarta,” jelasnya.
Meski jumlah pemudik yang menggunakan KA di Sukoharjo tidak banyak seperti stasiun daerah lain, bisa dikatakan jumlah pemudik di Sukoharjo yang menggunakan KA meningkat dibanding tahun sebelumnya. “Banyak penumpang kereta tujuan Sukoharjo turun di Stasiun Jebres, Solo,” jelasnya.
“Ada juga penumpang yang tetap bertahan di gerbong untuk melanjutkan perjalanan ke Sukoharjo atau Wonogiri dengan menumpang gerbong yang sama, tetapi ditarik dengan lokomotif feeder,” tandas Djoko, Minggu (5/9).
Djoko menambahkan, untuk mengantisipasi membeludaknya pemudik, Daop VI Yogyakarta sudah memerintahkan untuk memberikan tambahan satu gerbong KA yang menuju Wonogiri. Bahkan imbauan itu ditempelkan di papan pengumuman  di setiap stasiun.
“Ketersediaan tiket masih aman, di mana sebanyak 10.000 lembar khusus di Bulan September ini untuk melayani pemudik,” imbuhnya.  (son/mal)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :