SOLO—Sejak menempati terminal baru pada bulan Maret 2009 lalu, jumlah penumpang di Bandara International Adisumarmo, Solo justru mengalami penurunan. Tak tanggung-tanggung penurunan yang dialami mencapai hampir 50 persen.
General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adisumarmo, Andri Iskandri menuturkan pada tahun 2008 rata-rata jumlah penumpang mencapai 1.300 orang per hari. Namun pada tahun 2009 lalu turun menjadi hanya 700 sampai 800 orang per hari.
Dijelaskan Andri salah satu faktor penyebab berkurangnya jumlah penumpang adalah belum tersedianya sistem transportasi (ekomoda) yang memadai. Hal ini menyebabkan penumpang enggan untuk bepergian melalui bandara Adisumarmo.
“Sampai sekarang antara bandara dengan sistem ekomoda belum bersinergi. Cuma ada satu tranportasi umum yang bisa keluar masuk bandara. Sedangkan yang lainnya tidak ada, hal ini tentu saja menyusahkan para penumpang,” tutur Andri.
Ditambahkan pula bahwa penerbangan yang ke luar masuk bandara sangat tergantung pada transportasi umum yang tersedia.
“Harusnya semua transportasi bisa masuk bandara. Jika ini benar terjadi pasti calon penumpang tidak akan segan-segan menggunakan bandara Adisumarmo. Selama ini mereka kan lebih memilih ke Jogja. Andaikan mereka bisa ditarik ke sini saja, pasti bandara bisa penuh. Dan kita pun akan berani mendatangkan maskapai baru,” jelasnya.
Padahal ia pun mengaku siap jika Adisumarmo dijadikan bandara open sky, karena baik dari sisi pelayanan, keamanan, kebersihan, maupun fasilitas sudah mencukupi. (nie)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







