KARANGANYAR—Masyarakat Karanganyar diminta mewaspadai penyebaran penyakit kusta. Ini karena jumlah penderita penyakit kusta di wilayah Karanganyar pada tahun ini mengalami peningkatan.
Data terakhir pada tahun 2008 lalu, jumlah penderita kusta di Karanganyar tercatat sebanyak 18 orang. Jumlah ini bertambah dengan ditemukannya enam penderita tambahan di enam desa berbeda yang tersebar di Kecamatan Gondangrejo, Jatipuro, Jatiyoso, Jumapolo, dan Tawangmangu.
”Kalau penyakit kusta ini memang diketahuinya lambat karena perkembangannya juga dipengaruhi produktifitas sehari-hari penderita,” terang Fatkul Munir, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar.
Penyakit kusta atau lepra adalah sebuah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh kuman dengan menyerang syaraf tepi kulit. Dalam istilah kedokteran penyakit ini disebabkan bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini adalah tipe penyakit granulomatosa pada saraf tepi dan mukosa dari saluran pernapasan atas, dan lesi pada kulit.
Oleh sebab itu, dirinya meminta kepada masyarakat untuk waspada terhadap penyakit kusta ini. “Masyarakat harus paham jika ditemukan ada bercak-bercak putih di kulit seperti panu dan mati rasa itu salah satu gejala dari munculnya kusta dan harus segera diperiksakan ke dokter atau puskesmas,” terangnya. Deteksi secara awal keberadaan penyakit ini harus diketahui mengingat akibat lanjut dari penyakit ini dapat mengakibatkan kecacatan bagi penderita.
Hingga sekarang mekanisme penularan penyakit lepra ini belum diketahui secara pasti. Beberapa hipotesis menyatakan penyakit ini bisa menular lewat udara. Namun Munir mengungkapkan hipotesis itu masih menjadi pertanyaan di kalangan medis. ”Yang jelas ini lewat kontak yang dekat dan dalam jangka waktu lama serta ada indikasi juga dipengaruhi faktor genetis,” Jelasnya.
Selain itu dirinya juga menerangkan salah satu persoalan terkait penanganan penyakit kusta ini adalah adanya stigma negatif masyarakat kepada penderita. “Oleh sebab itu identitas penderita kami rahasiakan, karena terkadang penderitanya itu sering dikucilkan masyarakat,” tuturnya. Selain itu guna mengatasi penyakit ini pemerintah telah menyediakan obat secara gratis dan pemantauan kepada penderita selama lima tahun. (tam)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




