Rabu, 23/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Jokowi: Politik Uang Tak Laku

Senin, 29/03/2010 09:00 WIB - ina

BANJARSARI—Bakal calon Walikota dari PDIP, Joko Widodo menyatakan jika pemberian iming-iming uang dalam Pilkada akan mencederai demokrasi. Sementara itu, timnya mengaku telah menemukan indikasi terjadinya money politics (politik uang) di sejumlah wilayah.
“Saya yakin saat ini masyarakat memiliki pemahaman dan pendewasaan politik bahwa kampanye tidak perlu dengan cara membagi-bagi uang. Begitu juga memasang baliho yang justru merusak keindahan kota,” ujar Joko Widodo kepada wartawan di sela-sela kegiatan pendukungan di Balekambang, Minggu (28/3). Selanjutnya, dia berpesan agar masyarakat tidak terbujuk pada pihak-pihak yang memberikan bantuan lantaran memiliki tendensi politik.
Dikatakan, pembelajaran dan informasi seputar Pilkada kepada publik dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, tidak harus berkaitan dengan kegiatan bagi-bagi uang (money politics). Jokowi mengatakan berdasarkan laporan yang diterima, setidaknya telah terdapat dua wilayah, yakni Kecamatan Banjarsari dan Serengan yang diindikasikan menjadi objek lokasi money politics.
“Berupa pembagian uang dan sembako. Tim sudah turun ke lapangan langsung,” terang dia. Sementara itu, disinggung lebih rinci perihal jumlah uang dan paket sembako yang dibagikan, Jokowi enggan membahasnya. Namun demikian dirinya memastikan timnya tidak akan berbuat serupa. Dikatakan dia jika nantinya terdapat kader PDIP yang terbukti melakukan money politics maka partai siap memberikan sanksi.
Di bagian lain, Asosiasi Juru Parkir Surakarta (Asparta) menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan pemerintahan Jokowi-Rudy, untuk maju dalam bursa pemilihan calon Walikota April mendatang. Dukungan tersebut dinyatakan dalam sebuah deklarasi di Taman Balekambang, Minggu (28/3).
“Deklarasi yang dilakukan oleh 600 juru parkir Kota Solo untuk mendukung pasangan Jokowi-Rudy bukan tanpa sebuah alasan yang jelas. Kami menilai pemerintahan Jokowi-Rudy selama ini telah memberikan kontribusi yang cukup besar terutama dalam hal penataan parkir yang ada dikota Solo. Tata kelola penataan parkir yang ada saat ini berjalan lebih efektif dan menunjukkan progress yang jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya “ ungkap Ketua Asosiasi Juru Parkir Surakarta (Asparta), Edi Siswoyo.
Menurut Edi, selain kemajuan yang cukup pesat dalam hal penataan parkir di ruang-ruang publik, sosok Jokowi adalah sosok pemimpin yang pro terhadap rakyat kecil. (ina)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :