BANJARSARI—Pasangan Jokowi-Rudy (Jo-Di), Eddy Wirabhumi-Supradi Kertamenawi (Wi-Di) kembali bertemu dalam ajang debat terbuka calon walikota. Dalam acara debat yang digelar Universitas Slamet Riyadi (Unisri) itu, tak terlihat pasangan Pifik Muchtar-Swatinawati (Fi-Na).
Debat yang mengusung tema Strategi Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Surakarta itu digelar di Gedung Rektorat Unisri, Jumat (26/3).
“Ada banyak cara dilakukan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satunya mengedepankan konsep ekonomi kerakyatan,” ungkap calon incumbent, Joko Widodo (Jokowi). Dijelaskan, ekonomi kerakyatan diimplementasikan dengan memberikan perhatian khusus pada pembangunan pasar-pasar tradisional di Kota Solo.
Selain itu, kata dia, pemerintah daerah harus mempermudah para investor asing yang ingin menanamkan investasi. “Tidak perlu ada birokrasi yang berbelit-belit dan lama untuk perizinan,” ungkap Jokowi.
Inovasi
Ditambahkan, untuk meningkatkan pendapatan daerah paling penting melakukan inovasi kebijakan di sektor ekonomi daerah. Melihat kondisi perekonomian Kota Solo maka amat penting dilakukan inovasi budget. Karena, lanjut Jokowi, Solo tidak memiliki sumber daya alam seperti kota-kota lain,yang harus ditingkatkan adalah sumber daya manusia. Inovasi Budget, disebutkan, berkaitan dengan Manajemen Brand, dan kelak menjadi Bargaining Position bagi Kota Solo.
Berbeda dengan pasangan calon Eddy Wirabhumi dan Supradi Kertamenawi yang memilih meningkatkan pendapatan daerah melalui Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB). “ Struktur ekonomi kota yang terdiri dari sektor perdagangan, hotel dan restoran serta sektor industri pengolahan, memiliki posisi yang sangat strategis bagi pengembangan PDRB,” paparnya Eddy Wirabhumi.
Saat ini, sambung Eddy, sebanyak 85 persen APBD Kota Solo berasal dari pusat. Hanya 15 persen saja yang berasal dari pendapatan anggaran daerah. “Untuk meningkatkan pendapatan daerah kita harus meningkatkan sektor ekonomi potensial yang dimiliki Kota Solo,” ungkapnya.
Menurut Eddy, strategi peningkatan pendapatan daerah berhubungan dengan strategi pembangunan daerah. Pemerintah harus menerapkan strategi pertumbuhan ekonomi melalui sistem pemerataan ekonomi. (ina)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




