Rabu, 23/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Jinakkan Bom dengan Robot

Minggu, 21/03/2010 09:00 WIB - oke/Muhaimin

Resah mendengar teror bom? Jangan khawatir, saat ini sudah ada teknologi robot yang mampu menjinakkan bom. Kementerian Pertahanan Inggris telah menciptakan robot penjinak bom portabel berteknologi tinggi, yang berukuran cukup kecil sehingga muat ditaruh dalam tas ransel.
Robot penjinak bom bernama Dragon Runner ini membantu para tentara menemukan bom dan menjinakkan bom tersebut sebelum sempat meledak.
Dilansir Daily Mail, Kamis (18/3) pekan lalu, bentuknya yang cukup kecil dan ringan, sebesar 9x8x3 inci akan mengingatkan kita pada robot dalam adegan film tentang penjinak bom peraih Oscar, The Hurt Locker. Beratnya hampir sama dengan tujuh kantong gula dan dapat bergerak dengan kecepatan hingga sekitar 8 km/jam.
Robot canggih ini dapat melaju di segala medan dengan memanfaatkan kontroler intuitif. Sehingga, Dragon Runner dapat menaiki tangga bahkan membuka pintu sendiri.
Dragon Runner memiliki empat kamera on board yang me-relay gambar ke operator melalui perangkat semacam remote control. Setiap tampilan akan diperlihatkan pada layar secara terpisah atau dalam empat potongan layar sekaligus.
Robot ini akan segera digunakan secara massal oleh sejumlah resimen penjinak bom di Inggris, termasuk Bomb Disposal Squadron RAF yang akan bertugas di Provinsi Helmand dalam waktu dekat.
Lain di Inggris lain pula di Indonesia. Ketika pemerintah Inggris antusias mendukung perkembangan teknologi robot, pemerintah Indonesia justru kurang responsif.
Setidaknya hal itu terlihat dari  Kompetisi robot buatan anak SD dan SMP yang diadakan oleh Solution to Artificial Robot Intelligence (SARI) yang kurang mendapatkan perhatian pemerintah.
Kegiatan produktif yang diikuti oleh 25 SD di Jakarta berhasil memperlombakan 12 kriteria robot di antaranya robot sepakbola, robot sumo, robot kaki, robot elektronik, manusia menari, robot kungfu, robot membawa air dan robot bertarung.
Kompetisi robot tersebut diselenggarakan di area Court Center Mal Ciputra Jakarta, Rabu (17/3) pekan lalu. Acara yang didukung oleh Mal Ciputra, Ukrida, Alkaline, Coca-Cola dan Inex (Inovative Experience) ini dihadiri oleh sekitar 400 peserta. Namun sayangnya partisipan belum diikuti oleh siswa SD atau SMP yang berasal dari sekolah negeri.
”Pemerintah memang kami rasakan kurang memberikan dukungan untuk program pengembangan robot oleh siswa SD dan SMP ini. Kami juga mengundang Menristek untuk hadir tetapi mungkin karena sibuk tidak bisa memberikan dukungan moriil kepada anak-anak yang cerdas dalam lomba ini,” ujar Yohanes Kurnia, Academic Director Robotic School Cup 2010 seperti dikutip inilah.com.
Acara yang diadakan untuk mengajak anak Indonesia mempertajam pendidikan robotik sebagai pendidikan teknologi bertemakan ”Robo Warrior”.
”Kami ingin membuka mata dunia bahwa anak bangsa khususnya usia sekolah dasar bisa menciptakan dan mengembangkan robot.” (oke/Muhaimin)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :