PORTLAND—Insiden percobaan peledakan pesawat Northwest Airlines membuat otoritas Amerika Serikat (AS) ekstra hati-hati. Bahkan jet-jet tempur AS sempat dikerahkan untuk mengejar sebuah pesawat komersial bertujuan Hawai. Pesawat tersebut kemudian dikawal kembali menuju Bandara asal di Portland.
Semua itu disebabkan oleh seorang penumpang pesawat bersikap mencurigakan. Penumpang tersebut adalah seorang pria berumur 56 tahun asal Salem, Oregon. "Pada saat ini, tak ada kaitan terorisme yang diketahui," demikian FBI dalam pernyataannya seperti dilansir News.com.au, Kamis (7/1).
Dikatakan FBI bahwa kasus ini telah diserahkan ke penuntut federal. Namun belum jelas apakah akan ada tuntutan yang diajukan terhadap pria tersebut.
Pesawat Hawaiian Airlines tersebut harusnya bertolak ke Maui, Hawai. Namun saat penerbangan baru berlangsung 90 menit, pesawat kembali ke Bandara asal di Portland.
"Kapten membuat keputusan untuk mengembalikan pesawat ke Portland karena seorang penumpang mencurigakan yang membuat komentar-komentar mengancam dan menolak menyimpan tas jinjingnya," kata Suzanne Trevino, juru bicara Badan Keamanan Transportasi AS atau Transportation Security Administration (TSA).
Tidak disebutkan detail mengenai ancaman yang dilontarkan pria tersebut.
Menurut juru bicara Komando Pertahanan Udara Amerika Utara atau North American Aerospace Defense Command (NORAD), John Cornelio, NORAD mengerahkan dua jet tempur F-15 sebagai pencegahan. Sebab NORAD tidak tahu persis gangguan yang dihadapi kru pesawat Hawaiian Airlines tersebut. "Berdasarkan informasi yang kami punya, kami putuskan bahwa perlu untuk meluncurkan pesawat tempur," ujar Cornelio. (dtc)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







