Senin, 13/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Jeli Lihat Peluang Jadikan Pasoepati Mandiri

Minggu, 07/03/2010 09:00 WIB - Dwi Hastuti

Pengalamannya di bidang bisnis dan kepiawaiannya dalam membangun jaringan menjadikan Sarwanto, sebagai Presiden Pasukan Suporter Sepakbola Sejati atau dikenal dengan Pasoepati. Setelah terpilih menjadi Presiden Pasoepati sejak Februari lalu Sarwanto mencanangkan program untuk mengubah image
Wawan, begitulah panggilan akrabnya memimpikan Pasoepati bisa mandiri layaknya sebuah yayasan. Setelah memiliki yayasan maka bisa membuat badan usaha. “Sehingga nantinya dalam pengadaan kaos, syal serta atribut yang lain bisa membuat sendiri. Dengan begitu keuntungan dari usaha tersebut dapat dinikmati bersama-sama, “ ucapnya.
Tak hanya itu, Wawan akan melakukan pembinaan yang memiliki basis ekonomi. “Pembinaan terhadap Pasoepati tersebut dapat dilakukan dengan beberapa pola, di antaranya yaitu dengan pola pembinaan, dengan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), meningkatkan frekuensi kumunikasi dengan anggotanya serta memberikan kegiatan yang memiliki basis ekonomi, “ jelasnya.
Itulah salah satu program yang dicanangkan oleh lelaki yang saat ini menekuni bisnis percetakan ini. Program yang ia pilih ini memang selaras dengan perjalanannya kariernya yang selama ini dia tekuni.
Selama enam tahun Sarwanto meniti kariernya di kota metropolitan, Jakarta dengan menjabat sebagai staf ahli menteri di Departemen Tenaga Kerja di Jakarta. Ketika meniti karier ini pun banyak membangun jaringan dan memiliki banyak teman.
Staf Ahli Menteri
Setelah menjabat sebagai staf ahli menteri, Wawan mulai menggeluti dunia bisnis yang bergerak di bidang percetakan dan penerbitan. Wawan mulai membuka percetakan di Kartasura, Sukoharjo. Bisnisnya konsen pada distributor alat-alat peraga pendidikan, komputer, serta buku-buku pelajaran.
Bisnis yang digelutinya sekarang ini bukan karena asal-asalan saja, melainkan karena dirinya jeli dalam melihat peluang yang ada. Peluang tersebut dilihatnya ketika pada tahun 2004 pemerintah mengalokasikan 20 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Negera (APBN) untuk pendidikan. “Kalau angka 20 persen itu digunakan untuk alokasi pendidikan, maka itu sangat besar dan keperluan akan peralatan sekolah bakal tinggi,” cerita Wawan.
Dari kejeliannya dari membaca peluang yang ada, mampu mengantarkan Wawan menjadi pengusaha yang cukup dibilang sukses. Bahkan distributor produk percetakannya pun sudah beredar di Nusantara. “Untuk distribusinya pun sudah hampir menyebar di pasaran nasional,” imbuhnya.
Pengalaman dan jaringan yang luas ini pun mencoba dia terapkan di dunia sepakbola khususnya di bagian suporter. Wawan tak hanya ingin membangun image suporter menjadi positif tetapi juga mencoba untuk menjadikan Pasoepati menjadi mandiri dan bisa memberikan kontribusi kepada anggotanya.
Wawan memiliki ambisi untuk mengubah branding suporter bola khususnya Pasoepati supaya memiliki branding yang positif. “Saya memiliki cita-cita untuk mengubah image masyarakat terhadap suporter bola, khususnya terhadap Pasoepati,” tutur Wawan saat ditemui Joglosemar beberapa waktu yang lalu.
Banyak hal yang dilakukan untuk mengubah branding negatif yang selalu melekat pada suporter. Di antaranya yaitu memberika pembinaan terhadap anggota Pasoepati yang jumlahnya mencapai puluhan ribu orang tersebut.
“Meski untuk memberikan pembinaan tersebut tidak semudah bagaikan kita membalikkan telapak tangan, akan tetapi saya optimis hal tersebut dapat dilakukan. Saya yakin bahwa dengan pembinaan tersebut akan berhasil,” tegasnya dengan penuh keyakinan.
Selain itu, Wawan juga akan meregistrasi seluruh anggota Pasoepati supaya mudah untuk di-monitoring. Wawan juga membentuk satgas supaya bisa mengawasi olah dari suporter yang dipimpinnya. “Bahkan ketika sebelum menyaksikan pertandingan, saya selalu meminta izin kepada pihak keamanan untuk berpidato sebentar untuk mengajak kepada seluruh Pasoepati tidak berbuat anarkis dalam pertandingan tersebut,” tandasnya. (Dwi Hastuti)
 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :