Rabu, 23/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Jangan Usir Petani Keramba

Rabu, 31/03/2010 09:00 WIB -

Ratusan petani ikan keramba di Waduk Cengklik Kecamatan Ngemplak, Boyolali dikabarkan resah setelah adanya instruksi pembongkaran keramba, tempat budi daya ikan tawar di waduk tersebut. Perintah pembongkaran itu datang dari Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Bengawan Solo Surakarta. Para petani diminta membongkar keramba mereka dengan tenggat Sabtu (3/4) mendatang. Sialnya, para petani dikabarkan tidak akan mendapat ganti rugi atas pembongkaran keramba tersebut.
Pembongkaran keramba itu, didasarkan pada pendekatan bahwa keberadaan keramba tidak seusai dengan fungsi dan peruntukan waduk. Selain itu, keberadaan keramba dinilai sebagai penyebab parahnya sedimentasi di Waduk Cengklik.
Bagi kami, agaknya kebijakan PSDA perlu dikaji ulang. Benar, keberadaan keramba memang tidak sesuai dengan peruntukan waduk, namun menuding keramba sebagai penyebab sedimentasi agaknya perlu ada penelitian yang mendalam. 
Daripada menyalahkan para pemilik keramba, alangkah lebih baik jika para petani pemilik keramba itu diajak berpikir bagaimana menjaga kelestarian waduk. Kami yakin waduk sudah menjadi sumber penghidupan mereka, sehingga akan ada kesadaran bahwa menjaga waduk sama juga menjaga lumbung penghidupan mereka.
Keramba jelaslah bukanlah faktor utama terjadinya sedimentasi waduk. Tiadanya sabuk hijau (green belt) di sekitar waduk, dan parahnya tingkat erosi di sungai-sungai penyuplai air waduk menjadi hal penting penyumbang sedimentasi Waduk Cengklik. Sedimentasi itu, masih diperparah dengan semakin meluasnya eceng gondok sehingga menutupi sebagian tubuh waduk.
Nah, daripada mengusir para pemilik keramba, alangkah lebih ideal jika petani pemilik keramba diajak berpikir menyelamatkan Waduk Cengklik. Hal sederhana yang bisa dilakukan misalnya bagaimana mengatasi eceng gondok. Dengan bergotong-royong, kami yakin  eceng gondok bisa diatasi. Petani juga diajak berpikir bagaimana membuat sabuk hijau untuk meminimalkan erosi yang mungkin terjadi dan lain sebagainya. Sebagai imbal baliknya biarkan petani mendirikan keramba yang tentunya dibangun secara terbatas agar tidak mengganggu fungsi waduk secara keseluruhan.   
Dengan demikian, kita berharap Waduk Cengklik dapat lestari secara alami dan mampu memberikan kelestarian ekonomi bagi warga di sekitar waduk. (***)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :