SOLO (Joglosemar): Solo masih diberi kesempatan untuk menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan turnamen tenis yunior ITF. Sebelumnya, sempat diberitakan izin penyelenggaraan turnamen tenis yunior ITF dan turnamen Women Circuit akan dicabut karena utang belum diselesaikan.
“ITF bisa diselenggarakan lagi di Solo, tetapi dengan catatan utang tetap harus diselesaikan,” ujar Direktur Turnamen Anna Supriyadi.
Meski demikian, untuk ITF yunior yang terjadwal pada bulan November akan tetap ditarik ke Surabaya dengan alasan mepetnya waktu pertandingan.
Anna mengungkapkan turnamen ITF yunior tahun ini ditarik ke Jakarta, tetapi untuk ITF yunior tahun depan dan juga Women Circuit masih tetap bisa ditarik ke Solo lagi. Pihak PELTI Pusat yang diwakili oleh Johannes Sutanto, Ketua Bidang Pertandingan Pelti Pusat mengatakan kalau pencabutan ijin penyelenggaraan ITF di Solo bukanlah harga mati.
“Kami sebenarnya sangat mendukung kemajuan tenis di daerah-daerah, terutama Jawa Tengah. Kami tidak menutup kesempatan bagi Solo untuk menyelenggarakan kompetisi ITF. Hanya saja, untuk ITF Yunior bulan November kami masih belum berani untuk diselenggarakan di Solo,” ujarnya saat dihubungi Joglosemar, Kamis (29/10).
Pihak PP Pelti selama ini memilih Solo sebagai salah satu tempat diselenggarakannya turnamen tenis tingkat internasional karena Solo memiliki sarana turnamen yang memenuhi standar internasional. Selain itu juga sebagai bentuk apresiasi terhadap tingginya minat masyarakat Jawa Tengah terhadap Tenis.
Pihak Pelti juga berharap agar masalah utang Pemkot terkait penyelenggaraan SWC bisa segera diselesaikan. “Selama Pemkot menunjukkan iktikad baik dengan menyelesaikan utang SWC, kami bisa mengizinkan turnamen ditarik kembali ke Solo, dengan catatan ada surat permohonan dan juga jaminan dari pemerintah kota, dalam hal ini Walikota Surakarta. (tqu)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




