Rabu, 23/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Istana Negara Dijaga Ketat

Rabu, 09/12/2009 11:00 WIB - dtc

 JAKARTA (Joglosemar): Polisi akan melakukan penjagaan ketat di sejumlah tempat terkait aksi 9 Desember dalam rangka peringatan Hari Antikorupsi Internasional. Ada tujuh tempat yang menjadi fokus pengamanan ekstra yakni Istana Negara, DPR, Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bundaran HI (Hotel Indonesia) dan Silang Monas yang merupakan tempat dilangsungkannya unjuk rasa.
Polda menyiapkan 13.000 personelnya untuk melakukan pengamanan di tempat-tempat tersebut. ”Yang kita kerahkan itu anggota di Polda dan jajaran 9.000 dan satuan cadangan 4.000 personel,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli Amar di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (8/12).
Sejauh ini sudah ada 10 elemen masyarakat yang melaporkan untuk melakukan aksi turun ke jalan. Salah satunya Gerakan Indonesia Baru (GIB). ”Kita juga akan mengawal dan mengamankan dari titik keberangkatan hingga aksi berakhir,” kata Boy.
Dari estimasi polisi, jumlah pengunjuk rasa yang akan berunjuk rasa sekitar 10.000 orang. Bantuan dari TNI pun siap diturunkan. ”Ada 10 organisasi massa yang sudah melaporkan diri untuk melakukan aksi,” jelas Boy Rafli Amar.
10 Ormas itu yakni Gerakan Indonesia Bersih, Aliansi Rakyat Petani Peduli Bangsa, Serikat Pekerja Kereta Api, Aliansi LSM, Serikat Pekerja Metal, Kompak, Forum 778, HMI, Generasi Cinta Negeri, dan Gerakan Resolusi Putih.
Untuk gangguan keamanan, pihak kepolisian mewaspadai pengunjuk rasa yang membawa bom molotov. Selain itu petugas dari Samapta, Dalmas, dan watercanon juga disiapkan.
Seluruh kekuatan Kodam Jaya siap mem-backup Polda untuk mengamankan Jakarta. ”Kita siap membantu polisi,” ujar Kapendam Jaya Letkol Ruminta.
Untuk menjaga hal-hal yang tak diinginkan, personel polisi yang bertugas melakukan pengamanan aksi demonstrasi Hari Antikorupsi Internasional, dilarang membawa senjata api. Pesan tersebut disampaikan Direktur Samapta Polda Metro Jaya Kombes Pol Agus Mulyono saat memimpin gelar pasukan PAM Hari Antikorupsi Internasional, Selasa (8/12) sore.
Selain larangan membawa senjata api, Dir Samapta mengimbau agar anggota di lapangan mewaspadai terjadinya penyusupan polisi. ”Harus tahu mana kawan,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama Dir Samapta juga meminta anggota untuk menempatkan diri sebagai mitra dan mampu menahan diri. ”Jangan mau dibenturkan dengan yang memiliki kepentingan tertentu,” imbuhnya.
Sementara itu, dari pihak pengunjuk rasa menjamin aksi akan berlangsung damai. ”Saya jamin tidak akan terjadi kekacauan sebagaimana dikhawatirkan pemerintah. Jika terjadi indikasi ke arah kekacauan, Kompak akan menarik massa sampai dengan pembatalan aksi,” kata anggota Kompak (Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi), Usman Hamid di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (8/12).
Ditegaskan, tidak akan ada kekerasan ataupun upaya membenturkan dengan aparat. Kompak sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pimpinan elemen baik dari mahasiswa, pemuda, dan lainnya supaya memerintahkan peserta aksi masing-masing untuk tidak membawa senjata tajam dan aksi kekerasan.
Kompak juga telah mengantisipasi dengan berkoordinasi dengan Polri. ”Sejak Jumat kemarin kami koordinasi dengan Mabes Polri dan Polda. Ini untuk menjaga munculnya masa tandingan atau penyusup politis dalam aksi besok,” tuturnya. 
Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri menjamin unjuk rasa memperingati Hari Antikorupsi Dunia berlangsung aman, tertib dan damai. 
Menurutnya, Polri sudah berkerja sama dengan simpul-simpul massa yang akan turun dan saling mengamankan satu sama lain. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang. (dtc)

 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :