Rabu, 23/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Israel Sebut Inggris “Anjing”

Kamis, 25/03/2010 09:00 WIB - dtc

LONDON—Setelah hubungan antara Israel dengan Amerika Serikat (AS) sempat merenggang, kini giliran hubungan negeri Yahudi itu dengan Pemerintah Inggris kian memanas. Hal itu disebabkan pengusiran seorang diplomat Israel yang tak lain adalah pejabat senior badan intelijen Israel, Mossad di Inggris.
Diplomat Israel tersebut diusir Pemerintah Inggris terkait pemalsuan paspor 12 warga Inggris yang digunakan dalam pembunuhan pemimpin militer Hamas, Mahmoud al-Mabhouh di Dubai, Januari lalu. Mossad dituding mendalangi pembunuhan tersebut.
Pengusiran itu membuat berang Israel. Bahkan sejumlah anggota parlemen Israel (Knesset) menyamakan Pemerintah Inggris dengan “anjing-anjing anti-Semit”. Mereka bahkan menyerukan pengusiran atase militer Inggris di Tel Aviv, Israel.
“Inggris munafik, dan saya tak ingin menghina anjing-anjing itu karena beberapa anjing menunjukkan loyalitas sejati. Namun siapa yang memberikan Inggris hak untuk menilai kita soal perang melawan teror?” kata Arieh Eldad, anggota Knesset dari sayap Kanan.
Anti-Semit
Pernyataan senada dicetuskan anggota parlemen Israel lainnya, Michael Ben-Ari. “Anjing-anjing biasanya loyal, Inggris mungkin anjing, tapi mereka tidak loyal pada kita. Mereka tampaknya loyal pada pendirian anti-Semit,” cetusnya seperti dilansir harian Telegraph, Rabu (24/3).
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Inggris David Miliband mengatakan, ada alasan kuat menyalahkan Israel atas pemalsuan paspor itu. Namun demikian, Israel tidak mengkonfirmasi ataupun membantah perannya dalam pembunuhan pada Januari lalu terhadap Mahmoud al-Mabhouh di salah satu hotel di Dubai.
Namun otoritas Dubai telah memberikan 27 nama anggota tim agen Israel yang diduga pelaku pembunuhan. Setelah dilacak, mereka menggunakan paspor Inggris, Irlandia, Perancis, Jerman dan Australia untuk masuk dan meninggalkan Dubai.
Miliband mengatakan, pihaknya mempunyai bukti kuat untuk membuktikan Israel bertanggung jawab atas pemalsuan 12 paspor Inggris yang digunakan. Ia juga telah meminta jaminan dari Israel agar kejadian tersebut tidak terulang lagi. (dtc)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :