WASHINGTON—Amerika Serikat (AS) dan Israel gagal menyelesaikan ketegangan di antara dua negara bersekutu itu, menyangkut perdamaian di Timur Tengah. Ini terlihat saat kunjungan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu ke AS tidak menghasilkan kesepakatan berarti.
Sebelum pulang dari AS, Netanyahu secara diplomatis mengatakan bahwa dia yakin telah muncul kemajuan dalam mengatasi perselisihannya dengan AS. “Menurut saya, kami telah menemukan celah berharga antara kebijakan tradisional Israel dan keinginan kami untuk mencapai perdamaian,” kata Netanyahu, seperti dikutip vivanews.com, dari AP, Kamis (25/3).
Selama dua hari di Washington, Netanyahu bertemu sejumlah pejabat tinggi AS, termasuk Presiden Barack Obama. Namun, kedua pemimpin tidak menggelar jumpa pers dan hasil pertemuan tampaknya tidak diutarakan secara spesifik. “Ada hal-hal yang telah disetujui, dan masih ada juga perbedaan pendapat,” kata juru bicara Gedung Putih, Robert Gibbs.
Tersinggung
Setelah menyambangi Obama, Netanyahu berbicara dengan utusan khusus AS untuk perdamaian Timur Tengah, George Mitchell. Pertemuan itu pun tidak menghasilkan kompromi dalam merancang format perundingan damai antara negara Zionis itu dengan Palestina.
AS tampak tersinggung oleh sikap Israel yang melecehkan inisiatifnya dalam mewujudkan perdamaian di Timur Tengah. Dalam mewujudkan inisiatif damai, AS meminta Israel untuk sementara waktu tidak membangun pemukiman Yahudi di Yerusalem Timur. Pasalnya wilayah itu masih dipersengketakan dengan Palestina, yang menyatakan bahwa Yerusalem Timur merupakan ibukota mereka. (ida)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




