Rabu, 23/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Israel Ingin Al Aqsa Jadi Kuil

Selasa, 27/10/2009 22:31 WIB - ida

DAMASKUS (Joglosemar): Pemimpin senior Hamas mengingatkan, bahwa Israel berencana menghancurkan Masjid Al Aqsa di Al Quds, Yerusalem untuk membangun sebuah kuil baru di tempat itu.
“Ini adalah langkah pertama ke arah untuk membagi masjid, pendahuluan untuk membongkarnya dan membangun sebuah kuil di tempat itu,” ujar pemimpin politik Hamas Khalid Meshaal dalam sebuah pidato di Damaskus, Suriah, Senin (26/10).
Organization for Human Rights on the Temple Mount (OHRTM), sebuah kelompok berhaluan kanan Israel, dalam pertemuan Minggu menyerukan pembangunan kuil baru di halaman Masjid Al Aqsa. Pertemuan itu dihadiri oleh sejumlah anggota Knesset dan para rabi.
Ketegangan terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir dan bentrokan terjadi di halaman tempat suci itu, setelah ekstremis Israel yang didukung pasukan kepolisian memaksa masuk dan terlibat baku hantam dengan jemaah masjid.
Polisi Israel juga menahan akses warga Palestina ke masjid selama beberapa hari.
Blokade Israel itu memicu amarah di berbagai tempat, dengan digelarnya unjuk rasa di beberapa negara Timur Tengah, seperti Iran dan Turki.
Organisasi Konferensi Islam (OKI) juga mengingatkan Israel mengenai konsekuensi berbahaya atas tindakan melakukan pelanggaran di Masjid Al Aqsa.
Konsekuensi Serius
Sementara itu, Liga Arab, yang berbasis di Kairo, Mesir, memperingatkan Israel mengenai konsekuensi serius akibat menerobos dan memblokade Masjid Al Aqsa.
“Kami mengutuk pelanggaran yang dilakukan Israel. Mereka sebaiknya menghentikan pelanggaran tersebut segera dan mengakhiri blokade yang diberlakukan atas kompleks masjid Al Aqsa,” demikian dikatakan Pemimpin Liga Arab Amir Moussa seperti dikutip inilah.com.
Moussa kemudian menyeru pada Dewan Keamanan (DK) PBB agar campur tangan menghentikan serangan Israel terhadap masjid tersebut dan menetapkan Negeri Zionis itu bertanggung jawab atas meningkatnya situasi.
Pada Minggu pagi, 25 Oktober, polisi Israel dan pengunjuk rasa Arab bentrok di kompleks tempat suci ketiga umat Muslim itu, sehingga menyoroti kondisi yang sudah bergolak di sekitar tempat yang juga menjadi tempat suci umat Yahudi.
Kerusuhan meletus saat polisi Israel meningkatkan langkah pengamanan setelah pemimpin Muslim setempat menyerukan negara Arab pada akhir pekan agar mempertahankan kompleks Masjid Al Aqsa. Beberapa orang cedera dalam peristiwa tersebut.
Masjid Al Aqsa yang dulunya dikenal sebagai Baitul Maqdis, merupakan kiblat salat umat Islam yang pertama sebelum dipindahkan ke Kabah. Umat Muslim berkiblat ke Baitul Maqdis selama Nabi Muhammad mengajarkan Islam di Mekah (13 tahun) hingga 17 bulan setelah hijrah ke Medinah. Setelah itu kiblat salat adalah Kabah di dalam Masjidil Haram, Mekah hingga sekarang.
Pembakaran Masjid Al Aqsa pada tanggal 21 Agustus 1969 telah mendorong berdirinya Organisasi Konferensi Islam yang saat ini beranggotakan 57 negara. Pembakaran menyebabkan sebuah mimbar kuno yang bernama “Shalahuddin Al-Ayyubi” terbakar habis. Dinasti Bani Hasyim, penguasa Kerajaan Yordania telah menggantinya dengan mimbar buatan Jepara, Indonesia. Keluarga Bani Hasyim, yang masih bertalian darah dengan Nabi Muhammad menurut tradisi merupakan keluarga yang bertanggung jawab memelihara tempat-tempat suci Islam di kawasan tersebut. (ida)
 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :