Rabu, 23/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Israel Didesak Setop Pemukiman

Sabtu, 20/03/2010 09:00 WIB - ant/ida

MOSKOW—Kuartet mediator perdamaian Timur Tengah mendesak Israel membekukan semua aktivitas pemukiman, Jumat (19/3). Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Ban Ki-moon mengatakan, perundingan damai Israel-Palestina harus berujung pada kesepakatan damai dalam kurun 24 bulan, termasuk pengakuan terhadap negara Palestina.
Seperti dikutip vivanews.com dari situs stasiun televisi BBC, para anggota Kuartet yang lain, yakni Amerika Serikat (AS), Uni Eropa, dan Rusia, bertemu Ban di Moskow, Rusia, untuk mencoba mendorong kembali perundingan yang macet tersebut.
Pertemuan tersebut dilakukan di tengah ketegangan, menyusul pengumuman Israel untuk membangun 1.600 unit rumah baru di Yerusalem Timur. Pengumuman itu membuat Palestina menolak memulai perundingan dengan Israel. ”Kuartet mendesak Pemerintah Israel untuk membekukan semua aktivitas pembangunan pemukiman, dan membongkar pos-pos yang didirikan sejak Maret 2001 dan untuk menahan diri dari penghancuran dan penggusuran di Yerusalem Timur,” kata Ban.
Menyambut Baik
Pertemuan ini dihadiri oleh Ban, Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Hillary Clinton, Menlu Rusia, Sergei Lavrov, serta ketua kebijakan luar negeri Uni Eropa, Baroness Ashton. ”Mengingat penyerobotan Yerusalem Timur tidak diakui oleh komunitas internasional, Kuartet menekankan bahwa status Yerusalem adalah isu status permanen yang harus diselesaikan melalui negosiasi antara pihak-pihak yang terlibat,” kata Ban.
”Kami mengecam keputusan Pemerintah Israel yang terus berencana mendirikan unit-unit rumah baru di Yerusalem Timur,” lanjut Ban.
Pihak berwenang Palestina, menyambut baik seruan membekukan seluruh aktivitas pembangunan permukiman Yahudi. ”Kami menyambut baik pernyataan itu dan kami mendesak Kuartet untuk mengubah pernyataan menjadi sebuah mekanisme mengikat di darat sehingga Israel menghormati komitmennya, menghentikan seluruh aktivitas pembangunan pemukiman di seluruh kawasan Palestina, yaitu Tepi Barat dan Yerusalem timur,” kata Ketua Juru Runding Saeb Erakat. (ant/ida)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :