SOLO—Ketidakhadiran para suporter, Pasoepati sebagai nyawa ke-12 Persis Solo pada laga kandang, saat menjamu Gresik United di Stadion Manahan, Kamis (18/3) menurut Pelatih Persis Solo, Isman Jasulmei memiliki pengaruh yang cukup besar. Meski demikian Isman tidak mau menyalahkan siapa pun atas hasil seri yang hanya mampu diraih oleh Persis Solo kemarin.
Isman tetap merasa bersyukur dengan hasil yang diperoleh oleh tim besutannya. Dalam laga tanpa penonton tersebut GU menahan imbang Persis dengan skor 0-0. “Saya bersyukur karena para pemain saya telah mengalami peningkatan,” tutur Isman dalam jumpa pers-nya kepada wartawan.
Di babak pertama, para pemain Persis yang menggunakan formasi 3-5-2 berhasil menciptakan banyak peluang emas. Hanya saja kesempatan yang berulang kali muncul tersebut terbuang sia-sia. “Kita masih belum bisa memanfaatkan momentum yang kita miliki,” tutur Isman. Hanya saja beberapa kesalahan masih sering dibuat oleh para pemain yang hari itu berkostum merah-merah, terutama pada lini belakang. Beberapa kali kiper Persis, Johan Setiawan sendirian menghadapi gempuran frontal menuju gawang yang dilancarkan oleh para pemain Gresik United yang berkostum hijau-hijau.
“Kita memang masih butuh banyak kerja keras lagi untuk meningkatkan kinerja para pemain kita, sekaligus kita ingin konsentrasi untuk pertandingan selanjutnya,” terang Isman. Tidak memenuhi target tiga poin yang diharapkannya di kandang Persis Solo, Pelatih Gresik United, Sasi Kirono mengatakan kalau meski secara keseluruhan permainan berlangsung imbang, tetapi fisik pemain tetap berpengaruh. “Kondisi anak-anak tidak begitu bagus,” tutur Sasi.
Menyikapi degradasi yang telah berada di depan mata setelah kalah di laga kandang melawan GU kemarin sore, Isman tidak ingin membebani anak-anak asuhnya. “Saya tidak mau pikirkan tentang degradasi terlebih dahulu. Yang penting Persis harus bangkit,” terangnya. (tqu)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




