Rabu, 23/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Ingin Terbitkan Empat Buku dari Balik Jeruji

Jumat, 19/03/2010 09:00 WIB - dtc/ant

Perayaan ulang tahun ke-57 bagi mantan Ketua KPK, Antasari Azhar harus dirayakan di balik jeruji. Terpidana kasus pembunuhan PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen mendapatkan kejutan dan fans setia di hari ulang tahunnya.
”Ini bentuk solidaritas saja dari teman-teman yang mendukung Pak Antasari,” kata salah satu pendukung Antasari, M Soleh saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (18/3).
Soleh tidak hanya berbekal niat untuk bertemu dengan Antasari. Bersama 10 orang rekannya yang tergabung di Barisan Rakyat Peduli Antasari Azhar (Baretaz), Soleh juga membawa satu kotak kue tart cokelat. Uniknya, kue tersebut dihias dengan nama ANTASARI AZHAR dan tepat di tengahnya terdapat lambang timbangan yang berat sebelah. ”Itu tanda kalau hukum sedang tidak adil,” kata Soleh.
Tidak lupa dua lilin berbentuk huruf 5 dan 7 pun sudah disiapkan sebagai lambang usia Antasari. Antasari sendiri lahir di Pangkal Pinang, Bangka pada 18 Maret 1953.
Spanduk berisi bubuhan tanda tangan ratusan pendukung Antasari tak lupa dibawa. Spanduk tersebut sempat dibentangkan selama satu pekan di Posko Baretaz di Pedurenan Utara, Jakarta Pusat. ”Siapa saja yang mau sukarela tanda tangan silakan,” jelasnya.
Mengetahui Antasari seorang yang hobi membaca, Soleh sengaja membawa buku. Buku tersebut sudah tersampul rapi dengan motif batik berwarna cokelat. ”Ada yang nitip, jadi nggak bisa dibuka (bukunya),” tandasnya.
Naik 4 Kilogram
Menurut Soleh, kado ini merupakan hadiah dari berbagai pihak pendukung Antasari. Mereka menyatakan simpatinya atas ketidakadilan hukum yang diterima Antasari. ”Kita nanti masuk dengan anaknya (namanya) Ajeng Oktariefka,” ungkapnya.
Mantan Ketua KPK Antasari Azhar divonis 18 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 11 Februari, lalu. Hakim menilai Antasari terbukti ikut serta dalam perencanaan pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen.
Istri Antasari, Ida Laksmiwati mengatakan suaminya ingin menerbitkan empat buku dari hasil tulisannya selama mendekam di rumah tahanan (rutan) Narkoba Polda Metro Jaya.
”Bapak (Antasari) masih mengerjakan empat tulisan yang ingin diterbitkan menjadi buku,” kata Ida.
Namun demikian, Ida tidak menyebutkan judul maupun tema dari hasil karya pemikiran Antasari melalui tulisan yang akan menjadi buku itu. Ida menuturkan Antasari membuat beberapa tulisan selama mendekam menjadi tahanan di Rutan Narkoba Polda Metro sejak sekitar April karena diduga tersangkut kasus pembunuhan berencana terhadap Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasruddin Zulkarnaen.
Ida juga mengatakan bobot badan suaminya mengalami kenaikan sekitar empat kilogram menjadi 60 kilogram selama menjalani penahanan di rutan dan proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Ida bersama kedua putrinya, Andita Diacnotora Antasariputri dan Ajeng Oktariefka Antasariputri menjenguk Antasari untuk merayakan ulang tahunnya ke-57 tahun yang jatuh pada 18 Maret 2010 di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya. Selain itu, Ida menyebutkan beberapa teman dekat Antasari, seperti alumni SMAN 7 Jakarta, anggota kejaksaan, mantan anggota KPK serta pendukung Antasari dari kelompok masyarakat bernama Barisan Rakyat Peduli Antasari Azhar ikut merayakan ulang tahun suaminya tersebut. (dtc/ant)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :