SOLO—Persis Solo belum mampu mempersembahkan kemenangan bagi masyarakat Solo, Kamis (18/3). Berlaga di kandang sendiri dan tanpa disaksikan suporter, Persis hanya mampu bermain seri 0-0 melawan Gresik United di Stadion Manahan.
Dengan hasil ini, secara matematika kans Persis Solo bertahan di Divisi Utama praktis sirna dan hanya tertolong oleh keajaiban.
Namun, pengurus tim berjuluk Laskar Sambernyawa tersebut tetap optimis Nova Zaenal dkk musim depan tetap bermain di Divisi Utama itu.
Selain berharap berkah berubahnya aturan PSSI yang sering tak konsisten. Tim yang didukung suporter Pasoepati ini juga punya poin plus terkait ketaatan mematuhi sanksi dari otoritas sepakbola nasional termasuk saat larangan tanpa penonton di laga kemarin.
“Kita yakin dengan kondisi sepakbola nasional yang butuh diselamatkan ini, pastilah ada kebijakan PSSI untuk menjaga iklim kompetisi agar bisa berjalan,” terang Ruhban Ruzziyatno, Sekum Persis usai laga kemarin. Menurut Ruhban, harapan itu terbilang ada, mengingat saat ini banyak tim yang tersendat ikut kompetisi karena aturan tak boleh menggunakan APBD. Tentu saja hal itu setidaknya memberikan sinyal bahwa potensi “kado istimewa” bagi tim-tim yang memiliki potensi serta aset akan menjadi prioritas perhatian PSSI seperti Persis Solo.
“Promosi-degradasi tetap berjalan, hanya pasti ada beberapa tim yang tak bisa berlaga tanpa APBD, itu harapannya,” tambah Ruhban. Kendati berharap bertahan, namun Ruhban mengaku siap dengan kemungkinan terburuk Persis berdegradasi ke Divisi I. “Kami siap, ini menjadi pelajaran bagi pengurus untuk menata sepakbola Solo lebih baik,” tegas dia. (tqu/nud)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




