Sabtu, 11/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Hujan Turun, Petani Justru Merugi

Kamis, 09/09/2010 09:00 WIB - son

WONOGIRI—Petani semangka di wilayah Desa Pijiharjo, Kecamatan Menyaran, Wonogiri mengeluh karena tak bisa memanen buah yang menjadi andalan hidup mereka.
Pasalnya, hujan yang masih terus turun menyebabkan buah semangka busuk dan terlalu banyak air. 
Salah satu petani Jaimin (60) warga Dusun Bendungan, Desa Pijiharjo bahkan mengaku tak bisa lagi mengandalkan panen semangka untuk berlebaran. Demikian juga dengan buah mangga, karena banyak yang busuk.
“Masalahnya terlalu banyak air, jadi semangka membusuk sebelum besar. Ada beberapa yang besar tapi daging buahnya putih dan rasanya tidak manis karena terlalu banyak air,” terangnya.
Paling tidak, Jaimin dan warga lain masih bisa berharap dari uang penjualan merica. Tiap kilo merica kering dijual Rp 5.000 per kilogram. Menjual merica, bagi Jamin dan kawan-kawannya  tidak sulit.
Hanya saja, mengolah merica  mulai dari memetik hingga kering siap dipasarkan butuh waktu lama. Merica hasil petikan akan direndam dalam air selama paling tidak sepuluh hari. Tak sampai itu, merica lalu dibawa ke sungai untuk diinjak-injak agar daging buah terpisah dari bijinya. Barulah dijemur hingga kering.
“Direbus sebenarnya bisa, tapi kualitasnya makin lama makin turun. Merica hasil direndam akan lebih tahan lama karena makin lama justru merica makin keras. Kalau direbus, makin lama berat merica makin ringan,” tambahnya.
Petani merica di wilayah itu diawali oleh Jaimin sekitar 20 tahun lalu saat dirinya kembali dari transmigrasi di Pontianak. Dia dan istri pulang karena saat itu antara Sampit dan Sambas sering bertikai. Seiring itu, warga lain ikut menanam merica.
Sementara dari pengamatan, banyak pula petani singkong yang mengeluh lantaran singkong yang sedianya akan dijadikan gaplek, justru membusuk karena kehujanan dan minim panas dari matahari. Untuk singkong, hampir semua petani di Wonogiri mengalaminya. (son)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :