Hujan lagi, banjir lagi. Ya, intensitas hujan belakangan ini mengalami peningkatan di wilayah Surakarta dan sekitarnya. Akibatnya, di sejumlah titik mengalami banjir (meski belum memaksa warga mengungsi) dan sejumlah fasilitas jalan mengalami kerusakan. Hujan yang terus menerus juga mengakibatkan sejumlah fasilitas umum rusak, sebut saja ambrolnya tembok pagar Balekambang Solo sepanjang 50 meter, demikian pula dengan talut sungai Gajah Putih yang tidak mampu menahan derasnya arus sungai.
Dari pantauan Joglosemar di Kota Solo, banjir di antaranya terjadi di wilayah Kelurahan Semanggi, Joyosuran, Gajahan, kemudian juga terjadi genangan di Jalan Yos Sudarso, Jalan Kiai Mojo dan di beberapa titik di Jalan Slamet Riyadi. Banjir juga melanda daerah-daerah di sekitar Solo, misalnya di daerah sebelah utara Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Pabelan, Kartasura. Banjir kurang lebih setinggi 30 sentimeter terjadi di jalan kampung di daerah tersebut.
Hal yang menarik dari kejadian banjir belakangan ini adalah munculnya titik-titik banjir dalam skala kecil. Nah, banjir ini biasanya lebih disebabkan oleh buruknya drainase. Karenanya, muncul fenomena banjir yang sangat lokal, dalam satu aliran kali (selokan) ada daerah yang mengalami banjir, tapi di daerah lain tidak bermasalah. Buruknya drainase juga bisa diindikasikan dari mudahnya daerah tersebut tergenang air. Hujan dengan intensitas kecil atau sedang sudah menyebabkan genangan.
Kami berpikir hal ini harus menjadi perhatian kita bersama, baik masyarakat atau pemerintah. Sebab genangan atau banjir-banjir kecil akan menjadi “alat” perusak jalan yang menakutkan. Hujan atau banjir tiga empat kali, sudah sangat efektif merusak jalan beraspal.
Mulai sekarang marilah kita evaluasi kondisi lingkungan kita. Kita telaah mengapa selokan kita mampat, apakah karena sampah atau karena material tanah yang terbawa banjir atau ada sebab-sebab lain. Pada intinya, kita sebagai masyarakat harus bisa menjadi solusi bagi problem lingkungan di sekitar kita sendiri. Peran pemerintah diharapkan menjadi fasilitasi pemecahan masalah-masalah lingkungan di masyarakat. Pemerintah juga harus jeli dan peka dalam mendeteksi problem sosial yang terjadi, tanggap dan selalu siap mengantisipasi kejadian terburuk dari bencana ini. (***)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




