Musim hujan kerapkali sangat dinantikan di tengah kemarau panjang. Namun musim hujan, terkadang juga menimbulkan kecemasan, pasalnya banyak penyakit muncul bersamaan dengan datangnya musim hujan tersebut.
Salah satu penyakit yang sering dicemaskan seiring dengan datangnya musim hujan adalah Demam Berdarah Dengue (DBD).Terlebih, penyakit DBD masih tercatat sebagai salah satu satu jenis penyakit yang paling mematikan. Bahkan, tak jarang ketika DBD sudah menjadi wabah, penyakit yang disebabkan oleh virus dengue ini menjadi peringkat pertama pencetak angka kematian pada anak-anak.
Lantas bagaimana solusi, dan pencegahan penyakit DBD, sehingga buah Anda sekeluarga dapat terhindar dari serangannya?
Praktisi kesehatan spesialis anak, Prof Dr Harsono Salimo, membenarkan, bila DBD merupakan penyebab tertinggi faktor kematian anak-anak. Hal itu disebabkan karena gejala awal DBD yang menyerupai dengan influenza, dan penyakit demam dengue biasa.
Gejala DBD, terkadang tak disadari oleh anggota keluarga terdekat. Alhasil, korban terlambat dalam penanganan hingga akhirnya maut menjemput. ”Anak-anak kan daya tahannya tidak sekuat orang dewasa. Makanya sekali orangtua lengah, hal itu bisa berdampak fatal,” kata Salimo kepada Joglosemar.
DBD menjadi hal yang mencemaskan, karena hingga kini, belum ditemukan obat atau vaksin yang pasti untuk mengobati DBD. DBD yang disebabkan oleh virus Dengue menyerang sistem daya tahan tubuh. ”Vaksin yang ada sekarang seperti chimerivax sifatnya hanya pencegahan, bukan mengobati. Untuk itu kunci pengobatannya adalah pemulihan daya tahan tubuh sehingga virus dengue bisa melemah,” terangnya.
Antisipasi Dini
Kendati demikian, ia mengimbau pada masyarakat agar tidak panik menghadapi ancaman virus dengue. Sebab, saat ini laboratorium sudah mampu mendeteksi keberadaan virus dengue di dalam tubuh. virus dengue bisa dideteksi di laboraturium ketika memasuki hari kedua usai terserang. Dengan terdeteksinya virus itu, bisa membantu tim medis untuk menghambat laju serangan virus dengue ke tahap stadium lebih tinggi. ”Apabila mendapati anak demam tinggi mendadak selama dua hari, lekas bawa ke dokter atau rumah sakit untuk cek laboratorium. Sehingga apabila positif kena DBD, anak bisa segera mendapat penanganan medis,” imbaunya.
Virus dengue, lanjut dia, dibawa oleh perantara nyamuk Aedes aegypti betina. Cara ampuh untuk mengantisipasi serangan dbd adalah dengan memberangus perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. ”Untuk itu kuncinya di sini adalah kesadaran kita semua. Karena dengan memotong rantai kehidupan nyamuk Aedes aegypti , maka otomatis penyebaran DBD pun akan berkurang,” imbuh dia.
Salimo mengungkapkan, dalam tiga tahun terakhir ini jumlah penderita DBD di wilayah Solo, terutama dari anak-anak sudah jauh menurun di banding tahun sebelumnya. Namun jika lengah dalam pencegahan, tidak menutup kemungkinan angka tersebut akan meningkat kembali,” pungkasnya. (Deniawan Tommy Chandra Wijaya)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







