Selasa, 22/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Hilangkan Bau Badan Sebelum Ganggu Penampilan!

Kamis, 23/02/2012 06:00 WIB - Triawati Prihatsari Purwanto

Penampilan oke merupakan keinginan siapa pun untuk tampil di depan umum. Untuk menunjang penampilan tersebut, siapa pun akan melakukan apapun agar terlihat sempurna. Mulai dari gaya baju, sepatu, gaya rambut hingga etika perilaku. Namun bagaimana jika penampilan yang oke ternoda dengan bau menyengat dari badan kita? Tak pelak pasti rasa minder langsung keluar.
Bau badan atau dalam istilah medis disebut dengan bromhidrosis bisa menjadi masalah besar jika tidak segera diatasi. Pasalnya, dengan bau yang menyengat dari badan, hampir dapat dipastikan tidak akan ada seorang pun yang mendekat pada kita. Lalu bagaimana mengatasinya? Apakah cukup hanya dengan menyemprotkan parfum atau minyak wangi satu botol sekaligus? Namun faktanya, wangi buatan tidak dapat bertahan dalam waktu lama. Maka secara otomatis, bau badan asli dapat kembali mencuat.
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RSI Yarsis Surakarta, dr Aminah Alaydrus SpKK, kepada Joglosemar, Rabu (22/2), menuturkan, bau badan berhubungan dengan produksi kelenjar keringat yang dikeluarkan oleh kelenjar apokrin. Dalam hal ini, kelenjar apokrin berada di daerah ketiak dan kemaluan. Sebenarnya hampir di seluruh tubuh terdapat kelenjar minyak. Hanya saja, minyak yang diproduksi oleh kelenjar apokrinlah yang kebanyakan mengeluarkan bau menyengat. Akan tetapi, harus ditekankan bahwa bau menyengat adalah relatif atau beda-beda bagi tiap orang.
Bromhidrosis terjadi karena produksi kelenjar apokrin berlebihan. Dan hal tersebut biasanya banyak terjadi terutama pada masa-masa pubertas di mana semua kelenjar meningkat produktivitasnya, termasuk kelenjar apokrin.
“Selain itu juga dipengaruhi oleh perubahan hormon pada masa pubertas. Jadi kebanyakan masalah bau badan dihadapi oleh usia pubertas. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan juga siapa pun bisa terkena masalah bau badan,” tutur dr Aminah.
Pada dasarnya, bromhidrosis dapat bersifat patologis atau dianggap sebagai penyakit jika terjadi terlalu berlebihan, serta mulai mengganggu kehidupan seseorang. Namun bagi sebagian orang, menghilangkan bau badan bukan merupakan persoalan yang besar. Distribusi kelenjar apokrin pada manusia sangat terbatas dan kelenjar apokrin inilah yang menentukan bau khas bagi setiap orang. Kelenjar tersebut menghasilkan sedikit minyak yang tidak berbau saat sampai ke permukaan kulit. Kemudian bau khas muncul akibat dari berkumpulnya bakteri pada cairan tersebut. Penelitian menunjukkan orang dengan bromhidrosis memiliki kelenjar apokrin dalam jumlah yang lebih banyak dan ukuran kelenjarnya juga lebih besar bila dibandingkan dengan orang normal.
Sementara itu, dr Aminah menambahkan, kelenjar apokrin pada laki-laki umumnya lebih besar. Dan aktivitas kelenjar tertekan lebih kuat oleh hormon menjadikannya bau khas pada pria lebih dominan daripada wanita. Di sisi lain, penyakit atau gangguan metabolik tertentu terkadang juga mampu memicu munculnya bau badan. Misalnya penyakit hati dan penyakit ginjal. Akan tetapi, biasanya bau yang dikeluarkan karena penyakit tersebut tidak terlalu menyengat.

Mencuci Ketiak
“Selain itu, bau badan juga dapat dipengaruhi oleh faktor genetik atau keturunan. Meskipun begitu, tidak selalu seseorang dengan bau badan menyengat memiliki keturunan dengan bau badan yang sama,” ujarnya.
Hal-hal yang dapat memperburuk timbulnya bau badan adalah tekanan pikiran atau stres. Namun sebenarnya, stres bahkan dapat memperburuk semua kondisi umum. Kemudian untuk mengatasi masalah bau badan, dapat dilakukan dengan beberapa teknik yakni dengan cara nonoperasi atau operasi.
Teknik nonoperasi misalnya dengan cara injeksi botox yang umumnya dilakukan pada kelenjar apokrin untuk mengurangi aktivitas kelenjar tersebut. Kemudian teknik lain dengan menggunakan laser dengan cara kerja sama seperti suntik botox. Sedangkan teknik operasi dilakukan juga pada kelenjar apokrin dan biasa disebut dengan teknik liposuction. Dalam hal ini, kelenjar apokrin dikurangi dengan teknik kuretage.
“85 persen masalah bau badan dapat teratasi dengan teknik kuretage kelenjar apokrin ini,” imbuh dr Aminah.
Selain itu juga ada beberapa cara untuk menghilangkan bau badan seperti segera mencuci ketiak yang basah karena keringat atau memakai deodorant yang sudah banyak dijual bebas di pasaran. Penggunaan deodoran jenis apapun diperbolehkan selama tidak memiliki riwayat alergi.
Namun bagi yang berkeringat banyak sebaiknya tidak memakai deodorant yang berbentuk roll on, pakailah deodorant berbentuk spray. Namun harus diketahui bahwa pemakaian deodorant hanya mengatasi bau badan sementara saja.

Triawati Prihatsari Purwanto

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :