Sabtu, 11/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Hidup Sederhana Hei Mahasiswa!

Kamis, 09/09/2010 09:00 WIB - titis/dwi

Gaya hidup, sedikit banyak memang menunjukkan strata sosial seseorang. Namun, terkadang akibat gaya hidup yang terlalu berlebihan atau gaya hidup glamor alias hedonis, justru mengundang permasalahan, misalnya kecemburuan sosial.
Jika ditarik ke dalam lingkup kampus, sebenarnya bagaimanakah seharusnya mahasiswa yang dalam kehidupan sehari-harinya sudah terbiasa dengan kehidupan glamor atau hedonis berpenampilan di kampus? perlukah mereka menampilkan gaya hidup semacam itu di kampus? Lalu, dampak apa yang mungkin di timbulkan jika memang mahasiswa tidak bisa melepaskan gaya hidup hedonis dan glamornya ketika berada di lingkungan kampus?  
Mahasiswi Program Studi Pendidikan Akuntansi S1 Universitas Negeri Semarang (Unnes), Dewi Putriningsih (22), mengungkapkan, mahasiswa yang memiliki gaya hidup atau terbiasa hidup serba kecukupan tidak seharusnya membawa gaya hidupnya ke lingkungan kampus. Pasalnya, kampus bukanlah tempat untuk pamer kekayaan atau berpenampilan yang berlebihan layaknya berangkat ke pesta.
“Kampus itu tempat untuk belajar, menuntut ilmu dan bersosialisasi, bukan tempat untuk menunjukkan strata ekonomi atau sejenisnya. Memang sah-sah saja, tapi terkadang justru penampilan yang berlebihan ini akan membawa dampak yang tidak baik bagi mahasiswa itu sendiri. Mahasiswa itu kan yang penting otak dan kepandaiannya, bukan sekadar gayanya saja,” katanya. 
Dewi menambahkan, terkadang, mahasiswa yang terbiasa dengan kehidupan yang glamor atau hedonis, kerap melakukan tindakan-tindakan yang tidak seharusnya dilakukan untuk bisa memenuhi gaya hidupnya, misalnya menggunakan uang SPP atau membohongi orangtua agar bisa mendapatkan uang, yang kemudian digunakan untuk foya-foya.
“Lebih ironis lagi, terkadang mahasiswa yang sebenarnya mampu ini kerap mendapat beasiswa dari kampus, dan uangnya hanya digunakan untuk bersenang-senang. Padahal masih banyak mahasiswa lain yang mungkin benar-benar membutuhkan dana untuk membayar kuliahnya. Hal ini tentunya malah membawa efek yang tidak baik,” ujarnya.

Merugikan Mahasiswa
Terpisah, Dosen Agama Islam Universitas Veteran (Univet) Bangun Nusantara (Bantara) Sukoharjo, Dr Amir Mahmud, MAg, menegaskan,  gaya hidup berlebih-lebihan dan cenderung glamor atau hedonis, seperti mengenakan perhiasan yang berlebihan saat ke kampus, justru akan merugikan bagi mahasiswa itu sendiri. Selain itu, berlebih-lebihan sangat tidak dianjurkan dalam ajaran agama.
“Islam tidak mengajarkan umatnya untuk tidak berlaku berlebih-lebihan dalam segala hal, karena hal itu sama saja dengan perbuatan sombong, dan perbuatan sombong itu dibenci oleh Allah. Selain itu, tidak pada tempatnya juga jika mahasiswa berpenampilan terlalu berlebihan di kampus. Kampus itu adalah tempat untuk menuntut ilmu, bukan untuk memamerkan kekayaan,” katanya.  
Lebih lanjut Amir menambahkan, di dalam ajaran Islam, terdapat semacam aturan yang secara khusus mengatur mengenai penggunaan perhiasan bagi kaum pria maupun wanita. “Muslim pria dilarang menggunakan perhiasan emas dan bagi wanita dianjurkan dalam menggunakan perhiasan baiknya dipakai dalam lingkungan keluarganya sendiri.  Jadi, jika kemudian wanita menggunakan perhiasan, apalagi secara berlebihan di luar lingkungan keluarga, jelas ini perbuatan yang salah,” jelasnya.
Menurut Amir, gaya hidup mewah yang tidak pada tempatnya justru akan membawa dampak buruk bagi orang yang melakukannya. “Bergaya hidup glamor akan menimbulkan adanya jarak status sosial dan menimbulkan kesenjangan sosial dalam lingkungan kampus. Tidak seharusnya seperti ini, karena mahasiswa tugasnya belajar dan menuntut ilmu. Hiduplah secara sederhana karena hal itu akan membawa kedamaian diri,” pungkasnya. (titis/dwi)  

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :